Berfoya-foya, Riya, Sum'ah, Takabur, Hasad

Azmi
35


Baca, Identifikasi, Analisis dan Pahami Materi Berikut, kemudian jawab pertanyaannya melalui pengembangan bahasa kamu.

Klik Materi =>>> Berfoya - Foya, Riya, Sum'ah, Takabur, Hasad

1. Apa itu Berfoya foya, Riya, Sum'ah, Takabur, Hasad?
2. Mengapa Berfoya foya, Riya, Sum'ah, Takabur, Hasad?
3. Mengapa dinamakan sebagai Akhlak Mazmumah?
4. Bagaimana cara nya agar terhindar dari Sifat Sifat tersebut?

Petunjuk Pengerjaan.
Jawaban ditulis dalam Kertas Polio / Buku Tengah, dipoto / pdf dan upload di RUANG PENGUMPULAN

Posting Komentar

35 Komentar

  1. Fadlan Rizki Yusuf X TKJ 26 September 2026 pukul 18.51

    Rangkuman bab 3
    1. Berfoya-foya
    Berfoya-foya adalah pola pikir, sikap, dan tindakan yang tidak seimbang dalam menggunakan harta. Islam melarang:
    Israf → berlebih-lebihan.
    Tabzir → boros atau menghambur-hamburkan harta.
    Islam mengajarkan hidup sederhana, seimbang, dan sesuai kebutuhan.

    Contohnya: mengambil makanan terlalu banyak, berbicara dengan hal-hal yang tidak perlu, berbelanja berlebihan, dan menggunakan penampilan secara berlebihan.

    Dampaknya: dapat melalaikan akhirat, menimbulkan sifat kikir, memicu frustrasi ketika harta habis, serta menimbulkan iri, dengki, dan pamer.

    Cara menghindarinya: menentukan prioritas kebutuhan, bersyukur, bersedekah, hidup sederhana, membuat rencana dalam menggunakan harta, dan rendah hati.

    2. Riya’ dan Sum’ah
    Riya’ → melakukan ibadah atau kebaikan agar dilihat dan dipuji orang lain.
    Sum’ah → memperdengarkan amal yang dilakukan agar mendapat pujian atau sanjungan.
    Ciri-cirinya: suka mengungkit amal, lebih rajin ketika dilihat orang, ingin amalnya diketahui, dan semangat beramal berkurang ketika tidak mendapat pujian.
    Dampaknya: membuat gelisah, mengurangi kepercayaan orang lain, menimbulkan penyesalan, dan dapat merusak bahkan menghilangkan nilai pahala suatu ibadah.
    Cara menghindarinya: meluruskan niat, menyadari diri sebagai hamba Allah, memohon pertolongan Allah, banyak bersyukur, mengingat kematian, dan hidup sederhana.
    3. Takabur
    Takabur adalah sikap sombong atau merasa lebih kuat dan lebih hebat daripada orang lain. Orang yang takabur cenderung meremehkan orang lain, tidak mengakui keberhasilan orang lain, dan menolak kebenaran.
    Dampaknya: dibenci Allah dan Rasul-Nya, dijauhi masyarakat, sulit mendapatkan hidayah, mendapat kehinaan dan siksa di akhirat.
    Cara menghindarinya: menyadari kekurangan diri, bersikap tawadhu’ (rendah hati), menyadari dunia hanya sementara, ikhlas beribadah, dan menghargai orang lain.
    4. Hasad
    Hasad adalah merasa tidak senang terhadap kebahagiaan atau nikmat yang diperoleh orang lain dan berusaha agar nikmat tersebut hilang. �
    ppt-bab-3-akhlak-tercela-foya-foya-riya-sumah-takabur-hasad (3).pdf
    Ciri-cirinya: melakukan ghibah terhadap orang yang didengki, merasa senang ketika orang tersebut mendapat musibah, serta bersikap berbeda di depan dan di belakang orang yang dihasadi.
    Dampaknya: hati menjadi susah, merendahkan orang lain, meremehkan nikmat Allah, menentang takdir Allah, dan dapat menghalangi keinginan untuk berdoa.
    Cara menghindarinya: yakin terhadap keadilan Allah, banyak bersyukur, senang membantu orang lain, mempererat silaturahmi, rendah hati, dan mendahulukan kepentingan umum.
    Kesimpulan
    Sebagai seorang muslim, kita harus menghindari sifat berfoya-foya, riya’, sum’ah, takabur, dan hasad. Sebaliknya, kita perlu membiasakan hidup sederhana, ikhlas, bersyukur, membantu sesama, dan rendah hati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fadlan Rizki Yusuf X TKJ 26 September 2026 pukul 18.53

      Pakai AI 90% pak

      Hapus
  2. Ayu Nuraini X tkj 26 September 2026 pukul 18.58

    1. Berfoya-foya (Israf dan Tabzir)

    Berfoya-foya adalah pola pikir, sikap, dan tindakan yang tidak seimbang dalam menggunakan harta. Islam melarang israf (berlebih-lebihan) dan tabzir (boros). Umat Islam dianjurkan hidup sederhana, seimbang, dan sesuai kebutuhan.

    Contohnya:

    Mengambil makanan terlalu banyak hingga tidak habis.

    Berbicara dengan hal-hal yang tidak penting.

    Berlebihan dalam penampilan atau membeli barang mewah.


    Dampaknya: dapat melalaikan akhirat, menimbulkan sifat kikir, iri, dengki, dan pamer, serta menyebabkan frustrasi ketika harta habis.

    Cara menghindarinya: membuat skala prioritas kebutuhan, bersyukur, bersedekah, hidup sederhana, serta bersikap rendah hati.

    2. Riya’ dan Sum’ah

    Riya’ adalah melakukan ibadah atau kebaikan dengan tujuan agar dilihat dan dipuji orang lain. Sedangkan sum’ah adalah memperdengarkan amal yang dilakukan agar mendapat pujian atau sanjungan.

    Ciri-cirinya:

    Sering mengungkit amal baik.

    Beramal ketika ada orang lain.

    Ingin amalnya dilihat atau didengar.

    Malas beramal jika tidak ada yang melihat.

    Semangat beramal meningkat ketika mendapat pujian.


    Dampaknya: dapat mengurangi kepercayaan orang lain, membuat gelisah, menimbulkan penyesalan ketika tidak diperhatikan, dan merusak bahkan menghilangkan nilai pahala suatu ibadah.

    Cara menghindarinya: meluruskan niat, menyadari diri sebagai hamba Allah Swt., memohon pertolongan Allah, memperbanyak syukur, mengingat kematian, dan membiasakan hidup sederhana.

    3. Takabur

    Takabur adalah sikap sombong atau merasa diri lebih kuat, hebat, dan lebih baik daripada orang lain. Orang yang takabur cenderung meremehkan orang lain, tidak mengakui keberhasilan orang lain, dan menolak kebenaran.

    Dampaknya: dibenci Allah dan Rasul-Nya, dijauhi masyarakat, sulit memperoleh hidayah, mendapat kehinaan dan siksa di akhirat, serta dimasukkan ke neraka.

    Cara menghindarinya: menyadari kekurangan diri, bersikap tawadhu’ (rendah hati), menyadari bahwa kehidupan dunia hanya sementara, ikhlas dalam beribadah, dan menghargai orang lain.

    4. Hasad

    Hasad adalah merasa tidak senang terhadap kebahagiaan atau nikmat yang diperoleh orang lain serta berusaha agar nikmat tersebut hilang.

    Ciri-cirinya:

    Melakukan ghibah terhadap orang yang didengki.

    Senang ketika orang yang didengki mendapat musibah.

    Memuji orang tersebut di depannya, tetapi memiliki rasa dengki.


    Dampaknya: menentang takdir Allah, meremehkan nikmat Allah, menghalangi keinginan berdoa, membuat hati susah, dan merendahkan martabat orang lain.

    Cara menghindarinya: meyakini keadilan Allah, senang membantu orang lain, memperbanyak syukur, mempererat silaturahmi, rendah hati, dan mendahulukan kepentingan umum.

    Kesimpulan

    Materi ini mengajarkan bahwa seorang Muslim harus menjauhi akhlak tercela seperti berfoya-foya, riya’, sum’ah, takabur, dan hasad. Sebaliknya, kita perlu membiasakan hidup sederhana, ikhlas, bersyukur, rendah hati, menghargai orang lain, dan senang membantu sesama. Tujuannya agar kita menjadi Muslim yang berakhlak mulia dan menjalani hidup yang penuh manfaat.

    BalasHapus
  3. Keira Iktiarrifa X TKJ 2

    “Menjalani Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Berfoya-foya, Riya, Sum'ah, Takabur, dan Hasad”:

    1. Menghindari Berfoya-foya

    Berfoya-foya adalah menggunakan harta secara berlebihan untuk kesenangan tanpa memperhatikan manfaat dan kebutuhan. Sikap ini harus dihindari karena dapat menyebabkan pemborosan dan lupa bersyukur.

    2. Menghindari Riya

    Riya adalah melakukan kebaikan atau ibadah dengan tujuan ingin dilihat dan dipuji oleh orang lain. Seorang مسلمان seharusnya melakukan kebaikan dengan ikhlas karena Allah SWT.

    3. Menghindari Sum'ah

    Sum'ah adalah menceritakan atau memperlihatkan amal kepada orang lain agar mendapatkan pujian. Amal yang baik seharusnya dilakukan dengan niat yang tulus, bukan untuk mencari popularitas.

    4. Menghindari Takabur

    Takabur adalah sikap sombong, yaitu merasa diri lebih hebat atau lebih baik daripada orang lain. Sikap ini dapat membuat seseorang meremehkan orang lain dan sulit menerima kebenaran.

    5. Menghindari Hasad

    Hasad adalah perasaan tidak senang terhadap nikmat yang dimiliki orang lain serta berharap nikmat tersebut hilang. Sikap yang baik adalah ikut merasa senang dan bersyukur atas keberhasilan orang lain.

    BalasHapus
  4. NAMA: Sabiyo Riezky Pratama
    KELAS: X TKJ 2

    RINGKASAN "MENGHINDARI AKHLAK TERCELA"
    1. BERFOYA-FOYA (ISRAF DAN TABZIR)
    Israf berarti berlebih-lebihan, sedangkan tabzir berarti menghambur-hamburkan sesuatu. Contohnya berlebihan dalam makan dan minum, belanja, penampilan, berbicara, serta menggunakan media sosial.

    Dampaknya antara lain:
    - Melalaikan akhirat
    - Menimbulkan iri, dengki, dan pamer
    - Membuat frustrasi ketika harta habis
    - Dapat menimbulkan sifat kikir

    Cara menghindari:
    - Menentukan prioritas kebutuhan
    - Bersyukur
    - Bersedekah
    - Bertindak selektif dan terencana
    - Hidup sederhana
    - Bersikap rendah hati

    2. RIYA’ DAN SUM’AH
    Riya’ adalah melakukan ibadah atau kebaikan agar dilihat dan mendapat pujian, sedangkan sum’ah adalah memperdengarkan atau menceritakan amal agar mendapat pujian.

    Ciri-cirinya:
    - Suka mengungkit kebaikan
    - Lebih rajin ketika dilihat orang
    - Ingin amalnya dilihat atau didengar
    - Malas beramal ketika tidak ada yang melihat
    - Semangat beramal berubah tergantung pujian atau cemoohan orang lain

    Dampaknya:
    - Amal menjadi tidak ikhlas
    - Timbul kegelisahan dan rasa tidak puas
    - Berkurangnya kepercayaan dan simpati orang lain
    - Pahala ibadah dapat rusak atau hilang

    Cara menghindari:
    - Meluruskan niat
    - Menyadari diri sebagai hamba Allah Swt.
    - Memohon pertolongan Allah Swt.
    - Memperbanyak rasa syukur
    - Memperbanyak ingat kematian
    - Membiasakan hidup sederhana

    3. TAKABUR
    Takabur adalah sikap sombong, merasa lebih hebat daripada orang lain, merendahkan orang lain, dan menolak kebenaran.

    Dampaknya:
    - Dibenci oleh Allah Swt. dan Rasul-Nya
    - Dijauhi masyarakat
    - Mata hati terkunci dari hidayah kebenaran
    - Mendapat siksa dan kehinaan di akhirat
    - Dimasukkan ke dalam neraka

    Cara menghindari:
    - Menyadari kekurangan dan kelemahan diri
    - Bersikap rendah hati (tawadhu’)
    - Menyadari bahwa hidup di dunia hanya sementara
    - Ikhlas dalam melakukan ibadah
    - Menghargai orang lain

    4. HASAD
    Hasad adalah rasa tidak senang terhadap nikmat yang diperoleh orang lain dan menginginkan nikmat tersebut hilang.

    Ciri-cirinya:
    - Melakukan ghibah terhadap orang yang didengki
    - Merasa senang ketika orang tersebut mendapat musibah
    - Menunjukkan sikap yang berbeda di depan orang yang dihasadi

    Dampaknya:
    - Hati menjadi susah
    - Meremehkan nikmat Allah Swt.
    - Merendahkan martabat orang lain
    - Menghalangi keinginan berdoa kepada Allah Swt.
    - Menentang takdir Allah Swt.

    Cara menghindari:
    - Meyakini keadilan Allah Swt.
    - Memperbanyak rasa syukur
    - Senang membantu orang lain
    - Mempererat tali silaturahmi
    - Menjaga sifat rendah hati (tawadhu’)
    - Mendahulukan kepentingan umum

    KESIMPULAN
    Seorang muslim sebaiknya hidup secukupnya, ikhlas dalam beramal, tidak sombong, tidak iri terhadap nikmat orang lain, banyak bersyukur, dan selalu rendah hati. Sikap-sikap tersebut membantu membentuk akhlak mulia dan kehidupan yang lebih bermanfaat.

    BalasHapus
  5. Kheisya Darma Ayu X TKJ 26 September 2026 pukul 19.02

    Menjalani Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Berfoya-foya, Riya,Sum'ah,Takabur, dan Hasad!!!

    1. Berfoya-foya
    Berfoya-foya adalah hidup berlebihan dan boros dalam menggunakan harta. Contohnya membeli barang mewah untuk pamer atau mengambil makanan terlalu banyak. Dampaknya bisa melalaikan akhirat dan menimbulkan iri.

    Kita dapat menghindari nya dengan cara hidup sederhana, mendahulukan kebutuhan dari pada keinginan,bersedekah,dan bersyukur.

    2. Riya’ dan Sum’ah

    Riya= beramal supaya dipuji orang.

    Sum’ah = menceritakan amal supaya mendapat pujian.

    Keduanya bisa menghilangkan pahala dan membuat hati gelisah.
    Cara menghindari: luruskan niat karena Allah dan selalu ingat kematian.

    3. Takabur (Sombong)
    Takabur adalah merasa lebih hebat dari orang lain, meremehkan mereka, dan menolak kebenaran. Dampaknya dibenci Allah dan dijauhi orang lain.

    Cara menghindari: menyadari kekurangan diri, ingat dunia hanya sementara, dan bersikap rendah hati.

    4. Hasad (Dengki)
    Hasad adalah tidak senang melihat orang lain mendapat nikmat dan ingin nikmat itu hilang. Gibtah diperbolehkan jika hanya ingin memiliki kebaikan seperti orang lain, misalnya dalam bersedekah atau memiliki ilmu yang bermanfaat.

    Cara menghindari: bersyukur, percaya pada keadilan Allah, rendah hati, dan suka membantu.

    BalasHapus
  6. SHEEHAN PRAYOGA PUTRA6 September 2026 pukul 19.04

    SHEEHAN PRAYOGA PUTRA X TKJ2

    1. Berfoya-foya (Israf dan Tabzir)
    Berfoya-foya adalah pola pikir dan perilaku yang berlebihan dalam menggunakan harta. Islam melarang israf (berlebih-lebihan) dan tabzir (boros), serta menganjurkan hidup sederhana dan seimbang. �

    Contoh: berlebihan dalam makan/minum, berbicara yang tidak perlu, belanja berlebihan, menggunakan waktu secara tidak bijak di media sosial, dan berpenampilan secara berlebihan. �

    Dampak: dapat melalaikan akhirat, menimbulkan sifat kikir, iri, dengki, pamer, serta membuat seseorang frustrasi ketika hartanya habis. �

    Cara menghindari: bersyukur, hidup sederhana, menentukan prioritas kebutuhan, bersedekah, membantu orang lain, serta bertindak selektif dan terencana. �

    2. Riya’ dan Sum’ah
    Riya’: melakukan ibadah atau kebaikan dengan tujuan mendapat pujian/penghargaan dari orang lain.
    Sum’ah: memperdengarkan amal atau ibadah kepada orang lain agar mendapat pujian atau sanjungan. �

    Ciri-cirinya: suka mengungkit amal, lebih rajin beramal ketika dilihat orang, ingin amalnya dipuji, dan menjadi malas berbuat baik ketika tidak ada yang melihat. �

    Dampak: pahala ibadah dapat rusak atau hilang, menimbulkan kegelisahan, mengurangi kepercayaan orang lain, dan menyebabkan penyesalan ketika amal tidak diperhatikan. �

    Cara menghindari: meluruskan niat, menyadari bahwa diri kita adalah hamba Allah, memohon pertolongan Allah, memperbanyak syukur, mengingat kematian, dan hidup sederhana. �

    3. Takabur
    Takabur adalah sikap sombong, merasa lebih kuat atau hebat daripada orang lain, meremehkan orang lain, tidak mengakui keberhasilan orang lain, dan menolak kebenaran. �

    Dampak: dibenci Allah dan Rasul-Nya, dijauhi masyarakat, sulit mendapatkan hidayah, mendapat kehinaan dan siksa di akhirat, serta dapat menjadi penghuni neraka. �

    Cara menghindari: menyadari kekurangan diri, bersikap rendah hati (tawadhu’), mengingat bahwa dunia hanya sementara, ikhlas beribadah, dan menghargai orang lain. �

    4. Hasad
    Hasad adalah merasa tidak senang terhadap kebahagiaan atau nikmat yang diperoleh orang lain dan berusaha agar nikmat tersebut hilang. �

    Ciri-ciri: melakukan ghibah terhadap orang yang didengki, merasa senang ketika orang tersebut mendapat musibah, serta memuji orang tersebut hanya ketika berada di hadapannya. �

    Dampak: menentang takdir Allah, meremehkan nikmat Allah, membuat hati susah, menghambat keinginan berdoa, dan merendahkan martabat orang lain. �

    Cara menghindari: meyakini keadilan Allah, memperbanyak syukur, senang membantu orang lain, mempererat silaturahmi, rendah hati, dan mendahulukan kepentingan umum. �

    ⭐ Inti Bab 3
    Sebagai seorang muslim, kita harus menghindari hidup berlebihan, pamer dalam beramal, sombong, dan iri terhadap orang lain. Sebaliknya, kita dianjurkan hidup sederhana, ikhlas, rendah hati, bersyukur, serta senang membantu orang lain.

    BalasHapus
  7. Muhamad Anhar X TKJ 26 September 2026 pukul 19.05

    Berikut rangkuman Bab 3: Menghindari Berfoya-foya, Riya’, Sum’ah, Takabur, dan Hasad. �
    ppt-bab-3-akhlak-tercela-foya-foya-riya-sumah-takabur-hasad.pdf
    1. Berfoya-foya (Israf dan Tabzir)
    Israf: berlebihan dalam menggunakan sesuatu.
    Tabzir: memboroskan harta untuk hal yang tidak bermanfaat.
    Islam mengajarkan hidup sederhana dan tidak boros. �
    ppt-bab-3-akhlak-tercela-foya-foya-riya-sumah-takabur-hasad.pdf
    Contoh:
    Mengambil makanan berlebihan hingga terbuang.
    Terlalu banyak bermain media sosial.
    Membeli barang mewah yang tidak diperlukan. �
    ppt-bab-3-akhlak-tercela-foya-foya-riya-sumah-takabur-hasad.pdf
    Dampak:
    Melalaikan akhirat.
    Menimbulkan iri, dengki, dan pamer.
    Dapat menyebabkan frustrasi saat harta habis. �
    ppt-bab-3-akhlak-tercela-foya-foya-riya-sumah-takabur-hasad.pdf
    Cara menghindari:
    Bersyukur.
    Hidup sederhana.
    Bersedekah.
    Membelanjakan harta sesuai kebutuhan. �
    ppt-bab-3-akhlak-tercela-foya-foya-riya-sumah-takabur-hasad.pdf
    2. Riya’ dan Sum’ah
    Riya’: beramal agar dilihat dan dipuji orang.
    Sum’ah: menceritakan amal agar didengar dan dipuji orang lain. �
    ppt-bab-3-akhlak-tercela-foya-foya-riya-sumah-takabur-hasad.pdf
    Ciri-ciri:
    Suka memamerkan amal.
    Rajin beribadah saat dilihat orang.
    Malas beramal jika tidak ada yang melihat. �
    ppt-bab-3-akhlak-tercela-foya-foya-riya-sumah-takabur-hasad.pdf
    Dampak:
    Pahala ibadah berkurang atau hilang.
    Menimbulkan kegelisahan.
    Mengurangi kepercayaan orang lain. �
    ppt-bab-3-akhlak-tercela-foya-foya-riya-sumah-takabur-hasad.pdf
    Cara menghindari:
    Meluruskan niat karena Allah.
    Memperbanyak syukur.
    Mengingat kematian.
    Hidup sederhana. �
    ppt-bab-3-akhlak-tercela-foya-foya-riya-sumah-takabur-hasad.pdf
    3. Takabur
    Takabur adalah sikap sombong, merasa lebih hebat dari orang lain, dan merendahkan orang lain. �
    ppt-bab-3-akhlak-tercela-foya-foya-riya-sumah-takabur-hasad.pdf
    Dampak:
    Dibenci Allah dan Rasul-Nya.
    Dijauhi masyarakat.
    Mendapat siksa di akhirat. �
    ppt-bab-3-akhlak-tercela-foya-foya-riya-sumah-takabur-hasad.pdf
    Cara menghindari:
    Rendah hati (tawadhu’).
    Menyadari kekurangan diri.
    Menghargai orang lain.
    Ikhlas beribadah. �
    ppt-bab-3-akhlak-tercela-foya-foya-riya-sumah-takabur-hasad.pdf
    4. Hasad (Dengki)
    Hasad adalah tidak senang melihat nikmat yang dimiliki orang lain dan ingin nikmat itu hilang. �
    ppt-bab-3-akhlak-tercela-foya-foya-riya-sumah-takabur-hasad.pdf
    Ciri-ciri:
    Ghibah terhadap orang yang didengki.
    Senang saat orang lain tertimpa musibah.
    Tidak suka melihat keberhasilan orang lain. �
    ppt-bab-3-akhlak-tercela-foya-foya-riya-sumah-takabur-hasad.pdf
    Dampak:
    Hati menjadi susah.
    Meremehkan nikmat Allah.
    Menentang takdir Allah. �
    ppt-bab-3-akhlak-tercela-foya-foya-riya-sumah-takabur-hasad.pdf
    Cara menghindari:
    Bersyukur.
    Membantu orang lain.
    Menjaga silaturahmi.
    Meyakini keadilan Allah. �

    BalasHapus
  8. Nama : Galuh Januar
    Kelas : X TKJ 2
    1. Israf dan Tabzir
    Israf adalah berlebih-lebihan, sedangkan tabzir adalah menghambur-hamburkan harta. Keduanya termasuk akhlak tercela.
    Contoh : Berlebihan dalam makan, belanja, berbicara, dan menggunakan media sosial.
    Cara menghindari : Hidup sederhana, bersyukur, berbelanja sesuai kebutuhan, dan bersedekah.
    2. Riya’ dan Sum’ah
    Riya’ adalah beramal agar dilihat dan dipuji orang lain sedangkan Sum’ah adalah beramal agar didengar dan dipuji orang lain.
    Dampak : Pahala amal dapat rusak/hilang dan menimbulkan kegelisahan.
    Cara menghindari : Meluruskan niat dan beribadah hanya karena Allah SWT.
    3. Takabur
    Takabur adalah sikap sombong dan merasa lebih baik atau hebat daripada orang lain.
    Dampak : Dibenci Allah dan manusia serta sulit menerima kebenaran.
    Cara menghindari : Rendah hati (tawadhu’), menghargai orang lain, dan menyadari kekurangan diri.
    4. Hasad
    Hasad adalah tidak senang terhadap nikmat orang lain dan berharap nikmat tersebut hilang.
    Dampak : Hati tidak tenang, menentang takdir Allah, dan merendahkan orang lain.
    Cara menghindari : Bersyukur, meyakini keadilan Allah, membantu orang lain, dan menjaga silaturahmi.

    ⭐ Inti Hafalan
    Israf = berlebihan
    Tabzir = boros
    Riya’ = ingin dilihat
    Sum’ah = ingin didengar
    Takabur = sombong
    Hasad = dengki

    BalasHapus
  9. 1. Berfoya-foya
    - Pengertian: Pola pikir, sikap, dan tindakan tidak seimbang dalam memperlakukan harta.
    - Dibagi 2: Israf (berlebihan melampaui batas, disebut 23x dalam Qur'an) dan Tabzir (boros menghamburkan harta tanpa guna, disebut 3x).
    - Larangan: QS. Al-Isra' 17:26-27 "orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan..."
    - Islam menganjurkan hidup sederhana, seimbang, proporsional. Lawannya yang juga dilarang adalah kikir (QS. Ali Imran 3:180 & HR. Muslim).

    2. Riya' dan Sum'ah
    - Riya': Beribadah dengan niat supaya dilihat dan dapat pujian manusia. Sum'ah: Memperdengarkan amal ibadahnya agar disanjung.
    - Macamnya: Riya' Khalish (ibadah 100% karena manusia) dan Riya' Syirik (niat karena Allah + ingin pujian). Bentuknya bisa dalam niat dan perbuatan.
    - Dampak negatif: Merusak & menghilangkan pahala ibadah, menimbulkan gelisah, tidak puas, menyesal kalau tidak diperhatikan orang, mengurangi kepercayaan orang lain, dan menimbulkan iri dengki.

    3. Takabur
    - Pengertian: Sombong, merasa lebih hebat/kuat dari orang lain, meremehkan orang lain dan menolak kebenaran.
    - Larangan: QS. Al-A'raf 7:40 & 7:36 - orang sombong tidak akan masuk surga dan kekal di neraka.
    - Dampak: Dibenci Allah dan Rasul, dijauhi masyarakat, mata hati terkunci dari hidayah, siksa akhirat.
    - Cara menghindari: Menyadari kekurangan diri, tawadhu' (rendah hati), sadar hidup sementara, ikhlas, dan menghargai orang lain.

    4. Hasad / Hasud
    - Pengertian: Tidak senang melihat nikmat orang lain dan berusaha menghilangkan nikmat itu.
    - Dampak: Menentang takdir Allah, meremehkan nikmat Allah, hati susah, menghalangi doa, merendahkan martabat orang lain.
    - Pengecualian: Ada 2 hasad yang boleh (HR. Ahmad): Iri kepada (1) orang kaya yang menggunakan hartanya untuk kebaikan, dan (2) orang berilmu yang mengamalkan & mengajarkan ilmunya. Ini untuk memotivasi, bukan dengki.

    Kesimpulan PPT: Cara hidup bermanfaat adalah dengan Rendah Hati (tawadhu') dan menjauhi 4 sifat di atas.

    BalasHapus
  10. MUHAMMAD MADANI X.TKJ 26 September 2026 pukul 19.10

    Menjalani Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Berfoya-foya, Riya’, Sum’ah, Takabur, dan Hasad.

    1. Berfoya-foya (Israf dan Tabzir)

    Berfoya-foya adalah pola pikir, sikap, dan tindakan yang berlebihan dalam menggunakan harta. Islam melarang:

    * Israf → berlebih-lebihan.
    * Tabzir → boros atau menghambur-hamburkan harta.

    Islam mengajarkan hidup sederhana, seimbang, dan sesuai kebutuhan.

    Contoh: mengambil makanan terlalu banyak, berbicara hal yang tidak perlu, berlebihan dalam penampilan, dan berbelanja tanpa mempertimbangkan kebutuhan.

    Dampaknya: melalaikan akhirat, menimbulkan sifat kikir, iri, dengki, pamer, serta dapat menyebabkan frustrasi ketika harta habis.

    Cara menghindari: bersyukur, membuat skala prioritas, hidup sederhana, bersedekah, membantu orang lain, dan merencanakan pengeluaran.

    1. Riya’ dan Sum’ah

    * Riya’ → melakukan ibadah atau kebaikan agar dilihat dan dipuji orang lain.
    * Sum’ah → memperdengarkan atau menceritakan amal agar mendapat pujian.

    Ciri-cirinya: suka mengungkit amal, lebih rajin ketika dilihat orang, ingin mendapat pujian, dan malas beramal ketika tidak ada yang melihat.

    Dampaknya: pahala amal dapat rusak atau hilang, hati menjadi gelisah, berkurangnya kepercayaan orang lain, dan muncul penyesalan ketika amal tidak diperhatikan.

    Cara menghindari: meluruskan niat, menyadari bahwa diri adalah hamba Allah, memohon pertolongan Allah, banyak bersyukur, mengingat kematian, dan hidup sederhana.

    1. Takabur

    Takabur adalah sikap sombong, merasa lebih kuat atau hebat daripada orang lain, merendahkan orang lain, tidak mengakui keberhasilan orang lain, dan menolak kebenaran.

    Dampaknya: dibenci Allah dan Rasul-Nya, dijauhi masyarakat, mendapatkan kehinaan dan siksa di akhirat, serta dapat menyebabkan seseorang masuk neraka.

    Cara menghindari: menyadari kelemahan diri, bersikap rendah hati (tawadhu’), mengingat bahwa dunia hanya sementara, ikhlas beribadah, dan menghargai orang lain.

    1. Hasad

    Hasad adalah merasa tidak senang terhadap kebahagiaan atau nikmat yang diperoleh orang lain dan berusaha agar nikmat tersebut hilang.

    Ciri-cirinya: membicarakan keburukan orang yang didengki, merasa senang ketika orang tersebut mendapat musibah, serta memuji orang tersebut hanya ketika berada di depannya.

    Dampaknya: menentang takdir Allah, meremehkan nikmat Allah, menghalangi keinginan untuk berdoa, membuat hati susah, dan merendahkan martabat orang lain.

    Cara menghindari: meyakini keadilan Allah, memperbanyak syukur, membantu orang lain, mempererat silaturahmi, rendah hati, dan mendahulukan kepentingan umum.

    Kesimpulan

    Bab ini mengajarkan agar kita menjauhi sifat boros, suka pamer, sombong, dan dengki. Sebaliknya, kita harus membiasakan diri hidup sederhana, ikhlas, bersyukur, rendah hati, dan senang membantu orang lain. Dengan begitu, kita dapat menjadi seorang muslim yang memiliki akhlak mulia.

    BalasHapus
  11. Marzuq Arfan Hidayat X TKJ 2

    Bab 3: Akhlak Terpuji

    Materi ini membahas cara menjalani hidup yang bermanfaat dengan menghindari berfoya-foya, riya, sum’ah, takabur, dan hasad serta membiasakan diri bersyukur dan rendah hati.

    1. Israf dan Tabzir
    Israf adalah menggunakan sesuatu secara berlebihan, sedangkan tabzir adalah memboroskan atau menghamburkan harta. Contohnya membeli barang yang tidak diperlukan atau membuang-buang makanan.Cara menghindarinya adalahhidup sederhana, berbelanja sesuai kebutuhan, bersyukur, dan berbagi kepada orang lain.

    2. Riya dan Sum’ah
    Riya adalah melakukan amal agar dilihat dan dipuji orang lain.Sum’ah adalah melakukan amal agar didengar dan mendapat pujian.
    Perilaku ini dapat mengurangi atau menghilangkan pahala amal. Cara menghindarinya adalah meluruskan niat dan beribadah hanya karena Allah Swt.

    3. Takabur
    Takaburadalah sikap sombong, merasa lebih hebat, dan merendahkan orang lain. Sikap ini membuat seseorang dijauhi orang lain dan sulit menerima kebenaran.
    Cara menghindarinya yaitu bersikap rendah hati (tawadhu’), menghargai orang lain, dan menyadari kekurangan diri.


    4. Hasad
    Hasad adalah merasa iri terhadap nikmat orang lain dan berharap nikmat tersebut hilang. Contohnya tidak senang ketika teman mendapatkan prestasi atau keberhasilan.
    Hasad membuat hati tidak tenang dan merusak hubungan dengan orang lain. Cara menghindarinya yaitu bersyukur, yakin pada keadilan Allah, membantu orang lain, dan mempererat silaturahmi.

    BalasHapus
  12. faza kamila x TKJ 26 September 2026 pukul 19.12

    Rangkuman Bab 3 – Akhlak Tercela

    Materi ini membahas 5 akhlak yang harus dihindari, yaitu berfoya-foya, riya’, sum’ah, takabur, dan hasad. Tujuannya agar kita terbiasa hidup sederhana, ikhlas, rendah hati, dan bersyukur.

    1. Berfoya-foya
    Berarti menggunakan harta secara berlebihan dan tidak seimbang.
    -Termasuk israf (berlebih-lebihan) dan tabzir (boros).
    - Dampaknya: melalaikan akhirat, memicu iri dan pamer, serta dapat membuat seseorang frustasi ketika hartanya habis.
    - Cara menghindari: hidup sederhana, membuat prioritas kebutuhan, bersyukur, bersedekah, dan merencanakan pengeluaran

    2. Riya’ dan Sum’ah
    Riya’: melakukan ibadah agar dilihat dan dipuji orang lain.
    - Sum’ah: memperdengarkan amal yang dilakukan agar mendapat pujian.
    - Dampaknya: pahala amal dapat rusak/hilang, hati gelisah, dan kepercayaan orang lain berkurang.
    - Cara menghindari: meluruskan niat, menyadari diri sebagai hamba Allah, banyak bersyukur, mengingat kematian, dan hidup sederhana.

    3. Takabur
    Takabur adalah sombong dan merasa lebih hebat daripada orang lain, serta meremehkan orang lain dan menolak kebenaran.
    - Dampaknya: dibenci Allah dan Rasul-Nya, dijauhi masyarakat, serta mendapat siksa di akhirat.
    - Cara menghindari: menyadari kekurangan diri, rendah hati (tawadhu’), menghargai orang lain, dan mengingat bahwa dunia hanya sementara.

    4. Hasad
    Hasad adalah tidak senang melihat orang lain mendapat nikmat dan berusaha agar nikmat tersebut hilang.
    - Ciri-cirinya antara lain ghibah terhadap orang yang didengki dan merasa senang ketika orang tersebut mendapat musibah.
    -Dampaknya: hati menjadi susah, merendahkan orang lain, meremehkan nikmat Allah, dan menentang takdir Allah.
    - Cara menghindari: yakin pada keadilan Allah, banyak bersyukur, membantu orang lain, menjaga silaturahmi, dan rendah hati.

    Kesimpulan
    Kita harus menjauhi sifat boros, pamer, sombong, dan dengki, lalu membiasakan hidup sederhana, ikhlas, bersyukur, dan rendah hati.

    BalasHapus
  13. Rafif adha purwahana X TKJ 26 September 2026 pukul 19.15

    Rangkuman Bab 3 – Akhlak Tercela
    ‎
    ‎Menjalani hidup penuh manfaat dengan menghindari berfoya-foya, riya, sum'ah, takabur dan hasad.
    ‎
    ‎1. Berfoya-foya
    ‎
    ‎Berfoya-foya adalah menggunakan harta secara berlebihan dan tidak seimbang. Dalam Islam, perilaku israf (berlebih-lebihan) dan tabzir (boros) dilarang. Contohnya adalah mengambil makanan terlalu banyak, berbelanja tanpa kebutuhan, dan berlebihan dalam penampilan. Dampaknya dapat membuat seseorang lalai terhadap akhirat, menjadi kikir, serta menimbulkan iri dan suka pamer. Cara menghindarinya adalah hidup sederhana, bersyukur, bersedekah, dan membelanjakan harta sesuai kebutuhan.
    ‎
    ‎2. Riya dan Sum’ah
    ‎
    ‎Riya’ adalah melakukan ibadah atau kebaikan agar dilihat dan dipuji orang lain, sedangkan sum’ah adalah memperdengarkan atau menceritakan amal agar mendapat pujian. Ciri-cirinya antara lain suka mengungkit kebaikan, lebih rajin ketika dilihat orang, dan semangat beramal ketika mendapat pujian. Perilaku ini dapat merusak nilai pahala dan membuat hati gelisah. Cara menghindarinya adalah meluruskan niat, ikhlas, bersyukur, dan memohon pertolongan Allah.
    ‎
    ‎3. Takabur
    ‎Takabur adalah sikap sombong, merasa lebih hebat dari orang lain, merendahkan orang lain, dan menolak kebenaran. Dampaknya adalah dibenci Allah dan Rasul-Nya, dijauhi masyarakat, serta mendapatkan balasan buruk di akhirat. Untuk menghindarinya, kita harus menyadari kekurangan diri, bersikap tawadhu’ (rendah hati), menghargai orang lain, dan menyadari bahwa kehidupan dunia hanya sementara.
    ‎
    ‎4. Hasad
    ‎Hasad adalah merasa tidak senang terhadap nikmat yang diperoleh orang lain dan menginginkan nikmat tersebut hilang. Ciri-cirinya antara lain membicarakan keburukan orang yang didengki dan merasa senang ketika orang tersebut mendapat musibah. Hasad dapat membuat hati susah, merendahkan orang lain, dan menunjukkan ketidakrelaan terhadap ketentuan Allah. Cara menghindarinya adalah bersyukur, meyakini keadilan Allah, membantu orang lain, mempererat silaturahmi, dan bersikap rendah hati.
    ‎
    ‎Kesimpulan
    ‎
    ‎Kita harus menjauhi foya-foya, riya’, sum’ah, takabur, dan hasad. Sebaliknya, kita perlu membiasakan hidup sederhana, ikhlas, bersyukur, rendah hati, menghargai orang lain, dan senang membantu agar menjadi muslim yang berakhlak mulia.

    BalasHapus
  14. Resky Galang bayhaqi X TKJ 26 September 2026 pukul 19.18

    nama:Resky Galang Bayhaqi
    kelas:X TKJ 2
    1. Berfoya-foya
    Berfoya-foya adalah pola pikir, sikap, dan tindakan yang berlebihan dalam menggunakan harta. Islam melarang:

    Israf = berlebih-lebihan.

    Tabzir = boros/menghamburkan harta.

    Dampak: melalaikan akhirat, memicu sifat kikir, iri, dengki, pamer, dan dapat menimbulkan frustrasi ketika harta habis.
    Cara menghindari: hidup sederhana, bersyukur, bersedekah, membuat skala prioritas kebutuhan, serta berbelanja secara selektif dan terencana.

    2. Riya’ dan Sum’ah
    Riya’ = melakukan ibadah agar dilihat dan dipuji orang lain.

    Sum’ah = memperdengarkan amal ibadah agar mendapat pujian orang lain.

    Ciri-ciri: suka mengungkit amal, lebih rajin ketika dilihat orang, ingin mendapat sanjungan, dan malas beramal ketika tidak ada yang melihat.

    Cara menghindari: meluruskan niat, menyadari diri sebagai hamba Allah, memohon pertolongan Allah, memperbanyak syukur, mengingat kematian, dan hidup sederhana.

    3. Takabur
    Takabur adalah sikap sombong, merasa lebih hebat atau kuat daripada orang lain, merendahkan orang lain, serta menolak kebenaran.

    Dampak: dibenci Allah dan Rasul-Nya, dijauhi masyarakat, mendapat kehinaan dan siksa di akhirat, serta dimasukkan ke neraka.
    Cara menghindari: menyadari kekurangan diri, bersikap tawadhu’ (rendah hati), mengingat bahwa dunia sementara, ikhlas beribadah, dan menghargai orang lain.

    4. Hasad
    Hasad adalah merasa tidak senang terhadap kebahagiaan atau nikmat yang diperoleh orang lain dan berusaha agar nikmat tersebut hilang.

    Ciri-ciri: melakukan ghibah terhadap orang yang didengki, merasa senang ketika orang tersebut mendapat musibah, dan menunjukkan sikap berbeda di depan orang yang didengki.

    Dampak: menentang takdir Allah, meremehkan nikmat Allah, membuat hati susah, menghalangi keinginan berdoa, dan merendahkan martabat orang lain.
    Cara menghindari: yakin pada keadilan Allah, bersyukur, membantu orang lain, mempererat silaturahmi, tawadhu’, dan mendahulukan kepentingan umum.

    kesimpulan nya
    Sebagai muslim, kita harus menjauhi berfoya-foya, riya’, sum’ah, takabur, dan hasad, serta membiasakan hidup sederhana, ikhlas, bersyukur, rendah hati, dan peduli kepada orang lain.

    BalasHapus
  15. ABIL THIAN ABIGAIL X TKJ 26 September 2026 pukul 19.22

    Nama: ABIL THIAN ABIGAIL
    Kelas: X TKJ 2

    A. Tujuan Pembelajaran

    * Menganalisis manfaat menghindari akhlak tercela (berfoya-foya, riya', sum'ah, takabur, hasad).

    * Membuat dan mempublikasikan karya quote di media sosial.

    * Menghindari kelima sikap tercela tersebut.

    * Terbiasa bersikap rendah hati (tawadhu').

    1. Larangan Berfoya-foya (Israf & Tabzir):

    * Pengertian: Sikap tidak seimbang dalam memperlakukan harta.

    * Israf: Berlebih-lebihan (disebut 23 kali dalam Al-Qur'an).

    * Tabzir: Mengambur-hamburkan/boros (disebut 3 kali dalam Al-Qur'an).

    * Dalil: QS. al-Isra': 26–27 (pemboros saudara setan), QS. al-Furqan: 67, QS. Ali 'Imran: 180 (larangan kikir).

    * Contoh: Berlebihan dalam makan, bicara/medsos, penampilan, dan belanja.

    * Dampak Negatif: Melalaikan akhirat, memicu iri/dengki, rawan frustasi, dan berpotensi kikir.

    * Solusi: Belanja sesuai prioritas, gaya hidup sederhana, bersedekah, dan bersyukur.

    2. Larangan Riya' dan Sum'ah:

    * Pengertian:
    * Riya': Beramal agar dilihat dan dipuji manusia (termasuk syirik kecil).

    * Sum'ah: Beramal agar didengar dan dipuji orang lain.

    * Dalil: QS. al-Baqarah: 264 (riya' menghapus pahala), HR. Ahmad.

    * Bentuk Riya': Khalish (murni pamer), Syirik (karena Allah sekaligus pujian), serta riya' dalam niat dan perbuatan.

    * Ciri: Rajin jika dipuji, malas jika sendirian, dan suka mengungkit amal.

    * Dampak Negatif: Menghapus pahala, bikin gelisah, dan mengurangi kepercayaan orang lain.

    * Solusi: Luruskan niat, ingat kematian, bersyukur, dan hidup sederhana.

    3. Larangan Takabur (Sombong):

    * Pengertian: Merasa lebih hebat, meremehkan orang lain, dan menolak kebenaran.

    * Dalil: QS. al-A'raf: 36 & 40 (tidak masuk surga sebelum unta masuk lubang jarum), HR. Muslim.

    * Dampak Negatif: Dibenci Allah & masyarakat, hati tertutup hidayah, dan diancam neraka.

    * Solusi: Sadari kelemahan diri, hargai orang lain, dan bersikap tawadhu'.

    4. Larangan Hasad (Dengki):

    * Pengertian: Tidak senang atas nikmat orang lain dan ingin nikmat itu hilang.

    * 3 Jenis Hasad (Imam Ghazali):

    * Ingin nikmat orang lain hilang dan pindah ke dirinya.

    * Ingin orang lain menderita.

    * Benci jika orang lain menyamai/melebihi dirinya.

    * Dalil: QS. an-Nisa': 32, HR. Abu Dawud (hasad memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar).

    * Pengecualian (Boleh Hasad/Ghibthah): Iri pada orang kaya yang dermawan dan orang berilmu yang mengamalkannya (HR. Ahmad).

    * Dampak Negatif: Menentang takdir, merusak pahala, dan membuat hati gelisah.

    * Solusi: Syukuri nikmat, yakini keadilan Allah, dan pererat silaturahmi.

    BalasHapus
  16. 1. LARANGAN BERFOYA-FOYA (ISRAF DAN TABZIR)
    *Israf (Berlebih-lebihan): Menggunakan atau mengonsumsi sesuatu melewati batas kewajaran, meskipun barang tersebut halal.Contoh: Mengambil makanan berlebihan lalu menyisakannya hingga dibuang.
    *Tabzir (Boros): Mengeluarkan harta untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, sia-sia, atau mengarah pada kemaksiatan.Contoh: Membeli barang mewah hanya demi gengsi atau menghamburkan uang untuk hal yang tidak penting
    *Apa itu Foya-foya? Gaya hidup menghamburkan materi demi kepuasan nafsu sesaat.Dalil Al-Qur'an (QS. Al-Isra': 26-27): "Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara-saudara setan...
    *"Dampak Buruk:Menimbulkan sifat tamak dan tidak pernah puas.Menjauhkan diri dari rasa bersyukur.Menyebabkan kesulitan finansial di masa depan.
    *Cara Menghindari:Membiasakan gaya hidup hemat dan bersahaja (qana'ah).Membuat perencanaan skala prioritas kebutuhan.
    2. LARANGAN KIKIR, RIYA, DAN SUM'AH
    *Riya (Memperlihatkan): Beribadah atau beramal dengan tujuan ingin dilihat dan dipuji manusia.Contoh: Sengaja memperlama sujud salat hanya saat dilihat orang lain.
    *Sum'ah (Memperdengarkan): Menceritakan amal kebaikan yang telah lalu agar didengar dan dipuji orang lain.Contoh: Menceritakan nominal sedekahnya kepada teman agar dianggap dermawan
    *.Jenis Riya:
    - Riya Jali (Terang-terangan): Niat ibadah dari awal memang hanya demi pujian manusia.
    - Riya Khafi (Samar): Awalnya ikhlas, namun muncul keinginan pamer di tengah-tengah ibadah.Dampak Buruk: Menghapus seluruh pahala amalan dan mendatangkan dosa.
    * Dalil Al-Qur'an (QS. Al-Baqarah: 264): "Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan penerima, seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya..."
    3. LARANGAN TAKABUR (SOMBONG)
    * Takabur: Perasaan merasa diri lebih mulia dari orang lain, disertai tindakan merendahkan sesama dan menolak kebenaran.Contoh: Menolak nasihat baik dari orang yang lebih muda karena merasa lebih senior.Dampak Buruk: Dijauhi sesama, dibenci Allah, dan menjadi penghalang masuk surga.
    * Dalil Al-Qur'an (QS. Luqman: 18): "Dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di bumi dengan angkuh..."
    * Cara Menghindari: Menyadari semua kelebihan hanyalah titipan sementara dan selalu mengingat asal penciptaan manusia.
    4. LARANGAN HASAD (DENGKI)
    Hasad: Perasaan tidak suka atas nikmat yang didapat orang lain, disertai harapan agar nikmat tersebut hilang dari mereka.Contoh: Merasa kesal saat teman mendapat nilai bagus atau prestasi, lalu menyebarkan rumor buruk tentangnya
    -.Dampak Buruk: Menghanguskan pahala kebaikan seperti api memakan kayu bakar, serta membuat hati selalu gelisah.Dalil Al-Qur'an (QS. An-Nisa: 32): "Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain..."

    BalasHapus
  17. AYLA PUTRI DESTIANTI X TKJ 2

    Materi ini membahas lima perilaku yang harus dihindari, yaitu berfoya-foya, riya’, sum’ah, takabur, dan hasad. Sebagai seorang muslim, kita dianjurkan memiliki akhlak mulia seperti sederhana, ikhlas, rendah hati, dan bersyukur.

    1. Berfoya-foya
    Berfoya-foya adalah menggunakan atau membelanjakan harta secara berlebihan dan tidak seimbang.
    Ada dua bentuk:
    Israf → berlebih-lebihan.
    Tabzir → boros atau menghambur-hamburkan harta.



    Contohnya:
    Mengambil makanan terlalu banyak hingga tidak habis.
    Berbelanja barang yang tidak diperlukan.
    Menggunakan waktu secara berlebihan di media sosial.
    Berpenampilan secara berlebihan.

    Dampaknya: dapat menimbulkan sifat kikir, iri, dengki, pamer, dan terlalu mementingkan kehidupan dunia.

    Cara menghindari: hidup sederhana, bersyukur, bersedekah, menentukan kebutuhan berdasarkan prioritas, dan menggunakan harta secara terencana.

    2. Riya’ dan Sum’ah
    Riya’: melakukan ibadah agar dilihat dan mendapat pujian orang lain.
    Sum’ah: memperdengarkan amal ibadah kepada orang lain agar mendapat pujian



    Dampaknya dapat merusak nilai pahala, menimbulkan kegelisahan, dan mengurangi kepercayaan orang lain.

    Cara menghindari: meluruskan niat, menyadari diri sebagai hamba Allah, banyak bersyukur, mengingat kematian, dan hidup sederhana.

    3. Takabur
    Takabur adalah sikap sombong, merasa lebih hebat atau kuat daripada orang lain, merendahkan orang lain, serta menolak kebenaran



    Dampaknya: dibenci Allah dan Rasul-Nya, dijauhi masyarakat, mendapat kehinaan di akhirat, dan dimasukkan ke neraka.

    Cara menghindari: rendah hati (tawadhu’), menyadari kekurangan diri, mengingat bahwa dunia sementara, ikhlas beribadah, dan menghargai orang lain.

    4. Hasad
    Hasad adalah merasa tidak senang terhadap kebahagiaan atau nikmat yang dimiliki orang lain dan berusaha agar nikmat tersebut hilang



    Dampaknya antara lain menentang takdir Allah, meremehkan nikmat Allah, membuat hati susah, dan merendahkan orang lain.

    Cara menghindari: meyakini keadilan Allah, memperbanyak syukur, membantu orang lain, mempererat silaturahmi, rendah hati, dan mendahulukan kepentingan umum.

    BalasHapus
  18. Rangkuman Bab 3 – Akhlak Tercela

    Materi ini membahas 5 akhlak yang harus dihindari, yaitu berfoya-foya, riya’, sum’ah, takabur, dan hasad. Tujuannya agar kita terbiasa hidup sederhana, ikhlas, rendah hati, dan bersyukur.

    1. Berfoya-foya
    Berarti menggunakan harta secara berlebihan dan tidak seimbang.
    -Termasuk israf (berlebih-lebihan) dan tabzir (boros).
    - Dampaknya: melalaikan akhirat, memicu iri dan pamer, serta dapat membuat seseorang frustasi ketika hartanya habis.
    - Cara menghindari: hidup sederhana, membuat prioritas kebutuhan, bersyukur, bersedekah, dan merencanakan pengeluaran

    2. Riya’ dan Sum’ah
    Riya’: melakukan ibadah agar dilihat dan dipuji orang lain.
    - Sum’ah: memperdengarkan amal yang dilakukan agar mendapat pujian.
    - Dampaknya: pahala amal dapat rusak/hilang, hati gelisah, dan kepercayaan orang lain berkurang.
    - Cara menghindari: meluruskan niat, menyadari diri sebagai hamba Allah, banyak bersyukur, mengingat kematian, dan hidup sederhana.

    3. Takabur
    Takabur adalah sombong dan merasa lebih hebat daripada orang lain, serta meremehkan orang lain dan menolak kebenaran.
    - Dampaknya: dibenci Allah dan Rasul-Nya, dijauhi masyarakat, serta mendapat siksa di akhirat.
    - Cara menghindari: menyadari kekurangan diri, rendah hati (tawadhu’), menghargai orang lain, dan mengingat bahwa dunia hanya sementara.

    4. Hasad
    Hasad adalah tidak senang melihat orang lain mendapat nikmat dan berusaha agar nikmat tersebut hilang.
    - Ciri-cirinya antara lain ghibah terhadap orang yang didengki dan merasa senang ketika orang tersebut mendapat musibah.
    -Dampaknya: hati menjadi susah, merendahkan orang lain, meremehkan nikmat Allah, dan menentang takdir Allah.
    - Cara menghindari: yakin pada keadilan Allah, banyak bersyukur, membantu orang lain, menjaga silaturahmi, dan rendah hati

    Kesimpulan: Kita harus menjauhi sifat boros, pamer, sombong, dan dengki, lalu membiasakan hidup sederhana, ikhlas, bersyukur, dan rendah hati.

    BalasHapus
  19. 1. Berfoya-foya
    Berfoya-foya adalah sikap tidak seimbang dalam menggunakan harta.
    Israf: berlebih-lebihan atau melampaui batas.
    Tabzir: boros atau menghambur-hamburkan harta.
    Islam mengajarkan hidup sederhana, seimbang, dan proporsional.
    Contoh: berlebihan dalam makan dan minum, belanja, berbicara, serta penampilan.
    Dampak: melalaikan akhirat, menimbulkan sifat kikir, iri, dengki, dan pamer.
    Cara menghindari: bersyukur, bersedekah, menentukan prioritas kebutuhan, hidup sederhana, dan rendah hati.
    2. Riya’ dan Sum’ah
    Riya’: melakukan ibadah agar dilihat dan dipuji orang lain.
    Sum’ah: memperdengarkan amal ibadah kepada orang lain agar mendapat pujian.
    Ciri-ciri: suka mengungkit amal, ingin dilihat, lebih rajin ketika ada orang lain, dan malas beramal ketika tidak diperhatikan.
    Dampak: pahala ibadah dapat rusak atau hilang, hati menjadi gelisah, dan kepercayaan orang lain berkurang.
    Cara menghindari: meluruskan niat, ikhlas, bersyukur, mengingat kematian, dan menyadari bahwa diri adalah hamba Allah.
    3. Takabur
    Takabur adalah sikap sombong, merasa lebih hebat dari orang lain, meremehkan orang lain, dan menolak kebenaran.
    Dampak: dibenci Allah dan Rasul-Nya, dijauhi masyarakat, mendapat kehinaan dan siksa di akhirat.
    Cara menghindari: menyadari kekurangan diri, bersikap tawadhu’ (rendah hati), mengingat bahwa dunia hanya sementara, ikhlas, dan menghargai orang lain.
    4. Hasad
    Hasad adalah perasaan tidak senang terhadap nikmat yang diperoleh orang lain dan menginginkan nikmat tersebut hilang.
    Ciri-ciri: ghibah, senang melihat orang yang didengki mendapat musibah, dan berpura-pura memuji di hadapannya.
    Dampak: hati menjadi susah, merendahkan orang lain, meremehkan nikmat Allah, dan menentang takdir Allah.
    Cara menghindari: yakin pada keadilan Allah, banyak bersyukur, membantu orang lain, mempererat silaturahmi, rendah hati, dan mendahulukan kepentingan umum.
    Kata Kunci
    Israf = berlebihan
    Tabzir = boros
    Riya’ = ingin dilihat dan dipuji
    Sum’ah = ingin didengar dan dipuji
    Takabur = sombong
    Hasad = tidak senang terhadap nikmat orang lain

    BalasHapus
  20. nama : muhamad dzaki rhamadhan
    kelas :X-TKJ 2
    mapel :Pai

    1. Berfoya-foya
    Berfoya-foya adalah sikap tidak seimbang dalam menggunakan harta.
    Israf: berlebih-lebihan atau melampaui batas.
    Tabzir: boros atau menghambur-hamburkan harta.
    Islam mengajarkan hidup sederhana, seimbang, dan proporsional.
    Contoh: berlebihan dalam makan dan minum, belanja, berbicara, serta penampilan.
    Dampak: melalaikan akhirat, menimbulkan sifat kikir, iri, dengki, dan pamer.
    Cara menghindari: bersyukur, bersedekah, menentukan prioritas kebutuhan, hidup sederhana, dan rendah hati.
    2. Riya’ dan Sum’ah
    Riya’: melakukan ibadah agar dilihat dan dipuji orang lain.
    Sum’ah: memperdengarkan amal ibadah kepada orang lain agar mendapat pujian.
    Ciri-ciri: suka mengungkit amal, ingin dilihat, lebih rajin ketika ada orang lain, dan malas beramal ketika tidak diperhatikan.
    Dampak: pahala ibadah dapat rusak atau hilang, hati menjadi gelisah, dan kepercayaan orang lain berkurang.
    Cara menghindari: meluruskan niat, ikhlas, bersyukur, mengingat kematian, dan menyadari bahwa diri adalah hamba Allah.
    3. Takabur
    Takabur adalah sikap sombong, merasa lebih hebat dari orang lain, meremehkan orang lain, dan menolak kebenaran.
    Dampak: dibenci Allah dan Rasul-Nya, dijauhi masyarakat, mendapat kehinaan dan siksa di akhirat.
    Cara menghindari: menyadari kekurangan diri, bersikap tawadhu’ (rendah hati), mengingat bahwa dunia hanya sementara, ikhlas, dan menghargai orang lain.
    4. Hasad
    Hasad adalah perasaan tidak senang terhadap nikmat yang diperoleh orang lain dan menginginkan nikmat tersebut hilang.
    Ciri-ciri: ghibah, senang melihat orang yang didengki mendapat musibah, dan berpura-pura memuji di hadapannya.
    Dampak: hati menjadi susah, merendahkan orang lain, meremehkan nikmat Allah, dan menentang takdir Allah.
    Cara menghindari: yakin pada keadilan Allah, banyak bersyukur, membantu orang lain, mempererat silaturahmi, rendah hati, dan mendahulukan kepentingan umum.
    Kata Kunci
    Israf = berlebihan
    Tabzir = boros
    Riya’ = ingin dilihat dan dipuji
    Sum’ah = ingin didengar dan dipuji
    Takabur = sombong
    Hasad = tidak senang terhadap nikmat orang lain

    BalasHapus
  21. Arif rafianto X.TKJ 2

    Menjalani Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Berfoya-foya, Riya', Sum'ah, Takabur, dan Hasad

    1. Menghindari Sifat Berfoya-Foya (Israf dan Tabzir)
    Pengertian:
    Israf: Perilaku berlebih-lebihan dalam segala hal.
    Tabzir: Perilaku mengambur-hamburkan harta/boros.
    Contoh Perilaku: Berlebih-lebihan dalam makan/minum, berbicara hal tak penting, penggunaan media sosial, berbelanja, serta berpenampilan mewah/pamer.
    Dampak Negatif: Melalaikan akhirat, memicu frustasi jika harta habis, memicu sifat iri/dengki, dan berpotensi menjadi kikir.
    Cara Menghindari: Membelanjakan harta sesuai prioritas kebutuhan, gaya hidup sederhana, bersyukur, rajin bersedekah, dan rendah hati.
    2. Menghindari Sifat Riya’ dan Sum’ah
    Pengertian:
    Riya': Melakukan ibadah atau amal dengan niat agar dilihat dan mendapat pujian dari orang lain (tergolong syirik kecil).
    Sum'ah: Memperdengarkan amal ibadah kepada orang lain agar disanjung.
    Bentuk & Tingkatan: Riya' Khalish (murni karena manusia) dan Riya' Syirik (campuran niat karena Allah dan manusia). Bisa terjadi dalam niat maupun perbuatan.
    Ciri-Ciri: Semangat beramal jika dilihat/dipuji orang banyak, namun malas jika sendiri atau dicemooh.
    Dampak Negatif: Mengahapus pahala ibadah, menimbulkan rasa gelisah/tidak puas, dan merusak kepercayaan.
    Cara Menghindari: Meluruskan niat hanya karena Allah, banyak mengingat kematian, bersyukur, dan membiasakan hidup sederhana.
    3. Menghindari Sifat Takabur (Sombong)
    Pengertian: Sikap merasa lebih hebat/kuat dibanding orang lain, meremehkan orang lain, dan menolak kebenaran.
    Dampak Negatif: Dibenci Allah SWT dan masyarakat, hati terkunci dari hidayah, serta mendapat ancaman siksa neraka di akhirat.
    Cara Menghindari: Menyadari kekurangan/kelemahan diri, menyadari hidup di dunia hanya sementara, menghargai orang lain, dan bersikap tawadhu' (rendah hati).
    4. Menghindari Sifat Hasad (Dengki)
    Pengertian: Perasaan tidak senang atas kebahagiaan/nikmat yang didapat orang lain dan berusaha agar nikmat tersebut hilang.
    Dampak Negatif: Membakar/menghapus pahala kebaikan (seperti api melalap kayu bakar), menentang takdir Allah, serta membuat hati selalu susah.
    Pengecualian (Hasad yang Diperbolehkan): Dengki/iri kepada orang yang menggunakan hartanya di jalan kebaikan, dan orang yang mengamalkan serta mengajarkan ilmunya.
    Cara Menghindari: Meyakini keadilan Allah, memperbanyak syukur, menjaga silaturahmi, rendah hati, dan senang membantu orang lain.

    BalasHapus
  22. Chika Elvira Indriana X TKJ 2
    1.Larangan untuk berfoya foya terbagi menjadi dua yaitu israf dan tabzir. israf artinya berlebih-lebihan segala sesuatu yang israf adalah dilarang termasuk dalam beribadah sebab islam perlu keseimbangan dunia dan akhirat sedangkan tabzir adalah perilaku yang menganggur menghamburkan tafsir ini maknanya dekat dengan israf, israf adalah perilaku berlebih-lebihan baik israf dan tabzir tergolong perilaku tercela (akhlak mazmumah).islam menganjurkan umatnya untuk hidup sederhana, seimbang dan proporsional. dalam surat Al isra ayat 26-27 menjelaskan bahwa orang yang boros itu adalah saudara setan. contoh israf dan tabzir adalah dalam hal makan minum, dalam hal bicara, dalam hal waktu di sosmed, dalam hal belanja, dan dalam hal penampilan. cara menghindari hidup berfoya-foya contoh perilaku israf dan tabzir dalam berbicara: berkata-kata yang tidak penting dan tidak perlu baik secara langsung bertemu dengan lawan bicara atau melalui media elektronik termasuk media sosial. dampak negatif perilaku israf dan tabzir adalah terlalu sibuk mengurusi kebahagiaan duniawi melalaikan akhirat, menimbulkan sifat iri dengki dan pamer, dapat memicu prestasi apabila harta habis, dan berpotensi menimbulkan sifat kikir. cara menghindari sifat israf dan tabzir adalah membelanjakan harta sesuai dengan skala prioritas kebutuhan, membiasakan bersedekah dan membantu orang lain, bergaya hidup sederhana, dan selalu bersyukur.
    2.Larangan untuk riya' dan sum'ah, riya adalah melakukan amal perbuatan dengan tujuan mendapat pujian dan kedudukan mulia di mata manusia, Riya ini syirik kecil. riya dijelaskan dalam surat Al Baqarah ayat 264 dan larangan riya' dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad. macam-macam riya' : riya' khalish adalah melakukan ibadah hanya untuk mendapat pujian dari manusia semata sedangkan ria syirik adalah melakukan suatu perbuatan karena niat menjalankan perintah Allah dan sekaligus juga karena ingin mendapatkan sanjungan dari orang lain. Bentuk riya': pria dalam niat dan riya dalam perbuatan. ciri-ciri Riya' dan sum'ah di, selalu menyebut dan mengungkit amal baik yang pernah dilakukan, drama hanya sekedar ikut-ikutan bersama orang lain, dan malas atau enggak melakukan amal saleh apabila tidak dilihat oleh orang lain. Dampak negatif perilaku riya' dan sum'ah, muncul rasa tidak puas atas amal yang telah dikerjakan, muncul rasa gelisah saat melakukan amal kebaikan, dan merusak nilai pahala dari suatu ibadah bahkan. Cara menghindari riya' dan sum'ah, meluruskan niat, menyadari bahwa dirinya adalah hamba Allah SWT, dan memohon pertolongan Allah SWT.
    3.Larangan untuk takabur (sombong dan merendahkan) kabur adalah sikap seseorang yang menunjukkan sifat sombong atau merasa lebih kuat, lebih hebat dibanding orang lain. Takabur dijelaskan dalam surat Al a'raf ayat 40 dan 36. dampak negatif perilaku takabur: dibenci oleh Allah SWT dan rasulnya, dibenci dan dijauhi oleh masyarakat, dan mata hatinya terkunci dari memperoleh hidayah kebenaran. Cara menghindari sifat takabur: menyadari kekurangan dan kelemahan dirinya, menyadari bahwa hidup di dunia hanya sementara, dan berusaha selalu menghargai orang lain.
    4.Larangan hasad (tidak senang akan nikmat orang dan hilang nikmat itu) hasad adalah sifat seseorang yang merasa tidak senang terhadap kebahagiaan orang lain karena memperoleh suatu nikmat dan berusaha menghilangkan nikmat tersebut. Ciri-ciri orang berperilaku hasad: melakukan ghibah terhadap orang yang di dengkinya, memuji orang yang biasa di saat berada di hadapannya, dan merasa gembira terhadap musibah yang menimpa orang yang di hasadi. Dampak negatif perilaku hasad: menentang takdir Allah SWT, hati menjadi susah, dan menghalangi keinginan berdoa kepada Allah SWT. Cara menghindari sifat hasad: meyakini keadilan Allah SWT, memperbanyak rasa syukur, dan senang membantu orang lain

    BalasHapus
  23. Nadhif Bagas Tri saputra X. TKJ 2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ringkasan Materi PAI

      Materi ini membahas tentang cara menjalani hidup dengan penuh manfaat dengan menghindari sifat dan perilaku yang tidak baik, yaitu berfoya-foya, riya’, sum’ah, takabur, dan hasad. Tujuannya agar kita dapat membiasakan akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari.

      1. Berfoya-foya

      Berfoya-foya adalah menggunakan harta secara berlebihan dan tidak sesuai kebutuhan. Dalam materi juga dijelaskan istilah israf dan tabzir. Israf berarti berlebihan dalam menggunakan sesuatu, sedangkan tabzir berarti menggunakan atau membelanjakan sesuatu secara sia-sia. Perilaku tersebut dilarang karena dapat membuat seseorang lupa terhadap kehidupan akhirat.

      Contoh perilaku berlebihan antara lain makan dan minum secara berlebihan, terlalu banyak berbicara, menghabiskan waktu di media sosial, berbelanja tanpa perencanaan, serta terlalu mementingkan penampilan. Dampaknya dapat membuat seseorang lalai, sulit bersyukur, dan menimbulkan rasa iri atau keinginan untuk pamer.

      Cara menghindarinya adalah menentukan kebutuhan dan prioritas, bersyukur atas apa yang dimiliki, memperbanyak sedekah dan membantu orang lain, membuat perencanaan sebelum membeli sesuatu, menjalani hidup sederhana, serta tidak sombong.

      2. Riya’ dan Sum’ah

      Riya’ adalah melakukan suatu amal atau ibadah dengan tujuan agar dilihat dan mendapat pujian dari orang lain. Sedangkan sum’ah adalah melakukan atau menceritakan kebaikan agar didengar dan mendapat pujian dari orang lain.

      Perilaku riya’ dan sum’ah dapat membuat amal kehilangan keikhlasan. Dampaknya antara lain membuat seseorang lebih mementingkan penilaian manusia daripada Allah, sulit menerima nasihat, dan dapat menimbulkan kesombongan. Oleh karena itu, setiap amal sebaiknya dilakukan dengan niat yang ikhlas karena Allah.

      3. Takabur

      Takabur adalah sikap merasa diri lebih tinggi, lebih baik, atau lebih hebat daripada orang lain. Orang yang takabur cenderung merendahkan orang lain dan sulit menerima kebenaran.

      Takabur dapat merusak hubungan dengan orang lain dan membuat seseorang dijauhi. Untuk menghindarinya, kita harus membiasakan rendah hati, menghargai orang lain, menerima kebenaran, dan menyadari bahwa semua kelebihan yang dimiliki merupakan pemberian Allah.

      4. Hasad

      Hasad adalah perasaan tidak senang melihat orang lain mendapatkan nikmat atau kelebihan serta menginginkan nikmat tersebut hilang dari orang lain. Sifat ini dapat muncul karena rasa iri dan tidak mampu menerima keberhasilan orang lain.

      Hasad dapat menimbulkan berbagai dampak buruk, seperti merusak hubungan dengan orang lain, menimbulkan permusuhan, membuat hati tidak tenang, dan menjauhkan seseorang dari rasa syukur. Karena itu, kita perlu belajar bersyukur, menghargai keberhasilan orang lain, serta berusaha memperbaiki diri tanpa menjatuhkan orang lain.

      Kesimpulan

      Sebagai seorang muslim, kita harus menjalani kehidupan dengan sederhana, menggunakan harta dengan bijak, melakukan kebaikan dengan ikhlas, serta menjauhi sifat sombong dan iri. Dengan membiasakan bersyukur, rendah hati, dan peduli terhadap orang lain, kita dapat menjalani hidup dengan lebih baik dan penuh manfaat.

      Hapus
  24. Hizam Adi Syahputra XTKJ 2

    Menjalani Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Akhlak Tercela

    Tujuan Pembelajaran:

    1. Menganalisis manfaat menghindari sifat: berfoya-foya, riya', sum'ah, takabbur, dan hasad
    2. Membuat karya berupa kutipan bijak dan membagikannya
    3. Terbiasa bersikap rendah hati dan menjauhi sifat-sifat tercela tersebut

     

    1. Berfoya-foya

    - Pengertian: Menghabiskan harta dan waktu secara berlebihan, boros, tidak teratur, serta membuang-buang nikmat Allah. Terbagi menjadi Israf (berlebihan dalam hal boleh) dan Tabzir (menghambur-hamburkan harta pada hal yang haram/sia-sia)
    - Dampak: Membuat hidup tidak berkah, miskin, menjauhkan dari ketaatan, memicu konflik
    - Cara menghindari: Hidup sederhana, terencana, ingat bahwa harta adalah titipan Allah

    2. Riya' dan Sum'ah

    - Riya': Beramal/beribadah agar dilihat dan dipuji orang lain, bukan karena Allah — disebut syirik tersembunyi
    - Sum'ah: Beramal lalu diceritakan/didengarkan orang lain agar mendapat pujian
    - Dampak: Amal menjadi sia-sia, hilang pahala, menimbulkan iri dan permusuhan
    - Cara menghindari: Meluruskan niat hanya karena Allah, sadar diri hamba Allah, beramal secara tersembunyi

    3. Takabbur (Sombong)

    - Pengertian: Merasa diri lebih baik/tinggi dari orang lain, menolak kebenaran, meremehkan sesama
    - Penyebab: Kekayaan, ilmu, kedudukan, keturunan, banyak ibadah
    - Dampak: Dibenci Allah dan manusia, tertutup kebenaran, rusak hubungan sosial
    - Cara menghindari: Menyadari semua kelebihan dari Allah, ingat asal-usul, belajar merendah

    4. Hasad (Dengki/Iri Hati)

    - Pengertian: Tidak suka melihat orang lain mendapat nikmat, berharap nikmat itu hilang dari orang lain
    - Dampak: Menyakiti diri sendiri, memutus persaudaraan, tidak ridha pada ketentuan Allah
    - Cara menghindari: Bersyukur, berdoa kebaikan untuk orang lain, yakin rezeki diatur Allah

     

    Kisah Teladan

    Seorang sahabat Bani Anshar dikatakan penghuni surga, padahal amalannya biasa saja. Kuncinya: tidak pernah berbuat curang, tidak pernah iri atau hasad kepada siapa pun atas karunia yang Allah berikan

     

    Inti: Menghindari kelima sifat tercela ini membawa ketenangan hati, keberkahan hidup, dan mendekatkan diri kepada Allah.

    BalasHapus
  25. *RANGKUMAN LENGKAP MATERI PPT BAB 3: MENJALANI HIDUP PENUH MANFAAT DENGAN MENGHINDARI BERFOYA-FOYA, RIYA’, SUM’AH, TAKABUR DAN HASAD*

    *A. TUJUAN PEMBELAJARAN*
    Setelah mempelajari materi ini, diharapkan mampu:
    1. *Menganalisis* manfaat menghindari sikap berfoya-foya, riya', sum'ah, takabur, dan hasad
    2. *Membuat karya* berupa quote dan mempublikasikannya di media sosial
    3. *Menghindari* sikap-sikap tersebut dalam kehidupan sehari-hari
    4. *Terbiasa bersikap* rendah hati / tawadhu'

    ---

    *B. RANGKUMAN MATERI AKHLAK TERCELA*

    *1. HASAD / DENGKI*
    *Definisi*: Tidak senang terhadap nikmat Allah yang diberikan kepada orang lain, dan berharap nikmat itu hilang.
    _“Sekedar tidak suka dengan nikmat orang lain itulah HASAD”_ - Ibnu Utsaimin

    *3 Jenis Hasad Berbahaya* - Imam Ghazali:
    1. Mengharap nikmat orang lain pindah ke dirinya
    2. Bahagia jika orang lain menderita
    3. Benci jika ada orang yang menyamainya

    *Ciri-ciri*: Suka ghibah, memuji di depan tapi senang jika kena musibah, meremehkan orang lain

    *Dampak*: Menentang takdir, hati susah, doa terhalang, meremehkan nikmat Allah

    *Cara Menghindari*: Yakin keadilan Allah, banyak syukur, tawadhu, suka membantu, silaturahmi

    *Hasad yang Boleh* - *HR. Ahmad*:
    1. Kepada orang kaya yang hartanya diinfakkan di jalan Allah
    2. Kepada orang berilmu yang ilmunya diajarkan

    *Kisah Teladan*: Pemuda Bani Anshar masuk surga karena _"tidak pernah curang dan tidak pernah hasad/iri kepada siapapun atas karunia Allah"_

    ---

    *2. TAKABUR / SOMBONG*
    *Definisi*: Merasa lebih hebat, meremehkan orang lain, menolak kebenaran.

    *Dampak*: Dibenci Allah & manusia, hati terkunci dari hidayah, disiksa di akhirat

    *Cara Menghindari*: Sadar kekurangan diri, hidup sementara, menghargai orang lain, tawadhu’, ikhlas beribadah

    ---

    *3. RIYA’ & SUM’AH*
    *Definisi*:
    - *Riya’*: Beramal agar dipuji manusia. Disebut _syirik kecil_
    - *Sum’ah*: Menceritakan amal agar dipuji orang

    *Dalil*:
    - *QS. Al-Baqarah/2:264*: Jangan rusak sedekah dengan menyebut-nyebut
    - *HR. Ahmad*: Di hari kiamat akan disuruh minta pahala kepada orang yang dipuji

    *Macam Riya’*: Riya’ Khalish, Riya’ Syirik, Riya’ Niat, Riya’ Perbuatan

    *Ciri-ciri*: Menyebut-nyebut amal, rajin jika dilihat orang, semangat naik jika dipuji

    *Dampak*: Pahala hilang, tidak puas, gelisah, menimbulkan iri dengki

    *Cara Menghindari*: Luruskan niat karena Allah, ingat kematian, hidup sederhana, ridha Allah

    ---

    *4. ISRAF, TABZIR & BERFOYA-FOYA*
    *Definisi*:
    - *Israf*: Berlebih-lebihan. Disebut 23x dalam Al-Qur'an
    - *Tabdzir*: Menghambur-hamburkan harta. Dekat dengan israf. Disebut 3x dalam Al-Qur'an
    - *Berfoya-foya*: Pola pikir & tindakan tidak seimbang dalam memperlakukan harta

    *Catatan*: Segala sesuatu yang israf dilarang termasuk dalam beribadah. Islam perlu keseimbangan dunia & akhirat

    *Dalil*:
    - *QS. Al-Isra’/17:26-27*: _"Jangan menghamburkan harta secara boros. Pemboros itu saudara setan"_
    - *QS. Al-Furqan/25:67*: _"Hamba Allah yang apabila menginfakkan harta tidak berlebihan dan tidak pula kikir, di antara keduanya secara wajar"_
    - *QS. Ali Imran/3:180*: Harta yang dikikir akan dikalungkan di leher di hari kiamat

    *Contoh Israf & Tabzir*:
    1. *Makan-minum*: Ambil makanan banyak tapi tidak habis
    2. *Bicara*: Banyak omong tidak penting
    3. *Waktu*: Kecanduan sosmed
    4. *Belanja*: Shopping berlebihan, pakai emas & baju mahal

    *Dampak*: Lalai akhirat, menimbulkan pamer & iri, frustasi, bisa jadi kikir

    *Cara Menghindari*: Belanja sesuai kebutuhan, sedekah, hidup sederhana, bersyukur, selektif & terencana

    ---

    *C. KESIMPULAN & PESAN MORAL*
    *"Muslim yang baik adalah muslim yang berakhlak mulia"*

    Hindari 5 penyakit hati ini agar hidup bermanfaat:
    1. *Berfoya-foya* → Lawan dengan hidup sederhana & proporsional
    2. *Riya’ & Sum’ah* → Lawan dengan ikhlas karena Allah
    3. *Takabur* → Lawan dengan tawadhu’ & menghargai orang
    4. *Hasad* → Lawan dengan syukur & ridha dengan takdir Allah

    *Kunci*: Keseimbangan dunia-akhirat, rendah hati, dan hanya mengharap ridha Allah.

    BalasHapus
  26. Muhammad Irsyad Raditya X-TKJ 2

    RANGKUMAN BAB 3 PAI
    1. Berfoya-foya
    Berfoya-foya adalah pola pikir, sikap, dan tindakan yang tidak seimbang dalam memperlakukan harta.

    Contoh :
    * Mengambil makanan terlalu banyak sampai tidak habis.
    * Berbicara dengan hal-hal yang tidak penting.
    * Menghabiskan waktu secara berlebihan di media sosial.
    * Belanja secara berlebihan.
    * Menggunakan pakaian/perhiasan secara berlebihan.

    Dampak buruk :
    * Terlalu sibuk mengejar dunia hingga melalaikan akhirat.
    * Dapat menimbulkan sifat kikir.
    * Frustrasi ketika harta habis.
    * Menimbulkan iri, dengki, dan pamer.

    Cara menghindari :
    * Membelanjakan harta sesuai kebutuhan dan prioritas.
    * Bersyukur.
    * Bersedekah dan membantu orang lain.
    * Bertindak selektif dan terencana.
    * Hidup sederhana.
    * Rendah hati.


    2. Riya’ dan Sum’ah

    Riya’
    Riya' adalah melakukan ibadah atau kebaikan dengan tujuan mendapat pujian/penghargaan dari orang lain.

    Sum’ah
    Sum’ah adalah memperdengarkan amal ibadah atau kebaikan kepada orang lain agar mendapat pujian atau sanjungan.

    Contoh:
    Riya’ : Beribadah supada dilihat orang dan dianggap sebagai orang saleh.
    Sum’ah : Menceritakan amal baik yang dilakukan supaya orang lain memuji.

    Macam-macam riya’ :
    1. Riya’ khalish → beribadah hanya untuk mendapatkan pujian manusia.
    2. Riya’ syirik → beribadah karena Allah sekaligus ingin mendapatkan sanjungan manusia.

    Riya juga dapat berupa:
    * Riya dalam niat
    * Riya dalam perbuatan

    Ciri-ciri :
    * Suka menyebut atau mengungkit amal baik.
    * Berbuat baik ketika ada orang lain.
    * Ikut-ikutan beramal.
    * Amal ingin dilihat/didengar.
    * Malas beramal ketika tidak ada yang melihat.
    * Semangat beramal naik ketika dipuji dan turun ketika dicemooh.

    Dampak buruk :
    * Pahala ibadah dapat rusak bahkan hilang.
    * Gelisah saat melakukan amal.
    * Menyesal jika amal tidak diperhatikan.
    * Mengurangi kepercayaan orang lain.
    * Menimbulkan iri dan dengki.

    Cara menghindari :
    * Meluruskan niat.
    * Menyadari diri sebagai hamba Allah.
    * Memohon pertolongan Allah.
    * Memperbanyak syukur.
    * Mengingat kematian.
    * Membiasakan hidup sederhana.


    3. Takabur
    Takabur adalah sikap sombong, merasa lebih kuat/hebat daripada orang lain, meremehkan orang lain, tidak mengakui keberhasilan orang lain, dan menolak kebenaran.

    Dampak buruk :
    * Dibenci Allah dan Rasul-Nya.
    * Mendapat siksa dan kehinaan di akhirat.
    * Hati terkunci dari hidayah.
    * Dibenci dan dijauhi masyarakat.
    * Dimasukkan ke neraka.

    Cara menghindari :
    * Menyadari kekurangan diri.
    * Bersikap tawadhu (rendah hati).
    * Menyadari kehidupan dunia hanya sementara.
    * Ikhlas dalam beribadah.
    * Menghargai orang lain.

    4. Hasad
    Hasad adalah merasa tidak senang terhadap kebahagiaan atau nikmat yang diperoleh orang lain dan berusaha agar nikmat tersebut hilang.

    Contoh/ciri-ciri :
    * Ghibah terhadap orang yang didengki.
    * Senang ketika orang yang didengki mendapat musibah.
    * Memuji orang tersebut di depan, tetapi memiliki perasaan dengki.

    Hasad yang boleh:
    1. Melihat orang yang diberi harta lalu hartanya digunakan untuk menegakkan kebenaran dan kebaikan.
    2. Melihat orang yang diberi ilmu, kemudian ilmu tersebut diamalkan dan diajarkan kepada orang lain.


    3 jenis hasad berbahaya menurut Imam Ghazali :
    1. Ingin nikmat orang lain hilang dan ingin mendapatkan nikmat tersebut.
    2. Ingin kebahagiaan orang lain hilang meskipun dirinya tidak mendapatkan nikmat itu.
    3. Tidak ridha terhadap nikmat yang Allah berikan kepada orang lain dan tidak suka jika orang lain menyamai/melebihinya.

    Dampak buruk :
    * Menentang takdir Allah.
    * Meremehkan nikmat Allah.
    * Menghalangi keinginan untuk berdoa.
    * Hati menjadi susah.
    * Merendahkan martabat orang lain.

    Cara menghindari :
    * Meyakini keadilan Allah.
    * Senang membantu orang lain.
    * Memperbanyak syukur.
    * Mempererat silaturahmi.
    * Menjaga kerendahan hati (tawadhu).
    * Mendahulukan kepentingan umum.

    BalasHapus
  27. Dika putra mahkota X TKJ 26 September 2026 pukul 19.39

    Ringkasan Singkat
    1. Israf dan Tabzir
    Israf: berlebihan dalam menggunakan sesuatu.
    Tabzir: memboroskan atau menghamburkan harta.
    Contoh: makan berlebihan, belanja tidak perlu, terlalu lama bermain media sosial.
    Dampak: boros, melalaikan akhirat, menimbulkan iri dan pamer.
    Cara menghindari: hidup sederhana, bersyukur, berbelanja sesuai kebutuhan, dan bersedekah.
    2. Riya' dan Sum'ah
    Riya': beramal agar dilihat dan dipuji orang.
    Sum'ah: menceritakan amal agar mendapat pujian.
    Contoh: pamer ibadah atau sedekah kepada orang lain.
    Dampak: pahala berkurang/hilang, menimbulkan kegelisahan, dan mengurangi kepercayaan orang lain.
    Cara menghindari: meluruskan niat karena Allah, bersyukur, dan hidup sederhana.
    3. Takabur
    Pengertian: sombong dan merasa lebih hebat dari orang lain.
    Contoh: meremehkan orang lain dan tidak mengakui kelebihan mereka.
    Dampak: dibenci Allah dan manusia serta mendapat siksa di akhirat.
    Cara menghindari: rendah hati dan menghargai orang lain.
    4. Hasad
    Pengertian: iri terhadap nikmat orang lain dan ingin nikmat itu hilang.
    Contoh: senang saat orang lain mendapat musibah.
    Dampak: hati tidak tenang, meremehkan nikmat Allah, dan menentang takdir-Nya.
    Cara menghindari: bersyukur, membantu orang lain, dan menjaga silaturahmi.

    BalasHapus
  28. Muhammad ilham X TKJ2

    Islam mengajarkan umatnya untuk hidup sederhana, seimbang, ikhlas, rendah hati, dan bersyukur. Beberapa perilaku yang dilarang karena dapat merusak akhlak dan pahala adalah:

    Israf dan Tabzir
    Israf adalah berlebih-lebihan dalam menggunakan sesuatu, sedangkan tabzir adalah menghambur-hamburkan harta untuk hal yang tidak bermanfaat. Islam melarang keduanya dan menganjurkan hidup sederhana serta menggunakan harta sesuai kebutuhan. Dampaknya antara lain melalaikan akhirat, menimbulkan iri dan pamer, frustrasi ketika harta habis, serta dapat membuat seseorang menjadi kikir. Cara menghindarinya adalah berbelanja sesuai kebutuhan, bersedekah, bersyukur, hidup sederhana, selektif, dan rendah hati.

    Riya’ dan Sum’ah
    Riya’ adalah melakukan ibadah agar dilihat dan dipuji orang lain, sedangkan sum’ah adalah menceritakan atau memperdengarkan amal agar mendapat pujian. Keduanya dapat menghilangkan atau mengurangi pahala amal. Cara menghindarinya adalah meluruskan niat, menyadari bahwa semua kebaikan berasal dari Allah, memperbanyak syukur dan mengingat kematian, serta membiasakan hidup sederhana.

    Takabur
    Takabur adalah sikap sombong, merasa lebih hebat, meremehkan orang lain, dan menolak kebenaran. Perilaku ini menyebabkan seseorang dibenci Allah dan manusia, sulit menerima kebenaran, serta mendapat kerugian di akhirat. Cara menghindarinya yaitu menyadari kekurangan diri, mengingat bahwa kehidupan dunia sementara, menghargai orang lain, bersikap tawadhu’ (rendah hati), dan ikhlas dalam beribadah.

    Hasad
    Hasad adalah merasa tidak senang terhadap nikmat atau kebahagiaan orang lain dan berharap nikmat tersebut hilang. Hasad dapat membuat hati tidak tenang, meremehkan nikmat Allah, merendahkan orang lain, serta menghalangi seseorang untuk berbuat baik. Cara menghindarinya adalah meyakini keadilan Allah, memperbanyak syukur, menjaga rendah hati, senang membantu orang lain, mempererat silaturahmi, dan mendahulukan kepentingan bersama.

    BalasHapus
  29. Nama : Inka Pramay Syifa
    kelas : X TKJ 2

    Pendidikan Agama Islam (PAI) bab *Menjalani Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Berfoya-foya, Riya', Sum'ah, Takabur, dan Hasad.*

    ringkasan materi

    1. Berfoya-foya (Israf dan Tabzir)

    - Israf adalah perilaku berlebih-lebihan, sedangkan Tabzir adalah perilaku menghambur-hamburkan harta.
    - Islam melarang perilaku ini karena termasuk perbuatan setan dan tidak seimbang antara dunia dan akhirat.
    - Cara menghindarinya meliputi hidup sederhana, bersyukur, serta mengelola harta sesuai skala prioritas.

    2. Riya' dan Sum'ah

    - Riya' adalah memperlihatkan amal ibadah agar mendapat pujian, sementara *Sum'ah* adalah memperdengarkan amal ibadah agar disanjung orang lain.
    - Keduanya termasuk syirik kecil yang dapat menghapus pahala amal kebaikan.
    - Cara menghindarinya adalah dengan meluruskan niat hanya untuk Allah SWT dan menyadari bahwa hidayah berasal dari-Nya.

    3. Takabur (Sombong):

    - Takabur adalah sikap merasa lebih hebat, meremehkan orang lain, dan menolak kebenaran.
    - Sifat ini sangat dibenci oleh Allah SWT dan dapat mengakibatkan pelakunya sulit mendapat hidayah serta terancam siksa di akhirat.
    - Cara menghindarinya adalah dengan menanamkan sikap rendah hati (*tawadhu'*) dan menyadari kelemahan diri sendiri.

    4. Hasad (Dengki)

    - Hasad adalah perasaan tidak senang terhadap kebahagiaan atau nikmat yang diperoleh orang lain, serta berkeinginan agar nikmat tersebut hilang.
    - Hasad diibaratkan seperti api yang memakan kayu bakar, artinya dapat menghanguskan amal kebaikan seseorang.
    - Satu-satunya pengecualian adalah hasad dalam kebaikan (*ghibtoh*), yaitu terhadap orang yang gemar bersedekah di jalan Allah dan orang yang berilmu serta mengajarkannya.
    - Cara menghindarinya adalah dengan meyakini keadilan Allah SWT dan memperbanyak rasa syukur.

    dilengkapi dengan dalil-dalil Al-Qur'an dan Hadits sebagai dasar hukum pelarangan sifat-sifat tercela tersebut, serta tips praktis untuk membentuk karakter yang lebih baik.

    BalasHapus
  30. Istiqo Fawas Maulida X TKJ 2

    Menjalani Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Akhlak Tercela

    1. Berfoya-foya

    Berfoya-foya adalah menggunakan harta secara berlebihan dan tidak sesuai kebutuhan. Dalam materi juga dijelaskan istilah israf dan tabzir. Israf berarti berlebihan dalam menggunakan sesuatu, sedangkan tabzir berarti menggunakan atau membelanjakan sesuatu secara sia-sia. Perilaku tersebut dilarang karena dapat membuat seseorang lupa terhadap kehidupan akhirat.

    Contoh perilaku berlebihan antara lain makan dan minum secara berlebihan, terlalu banyak berbicara, menghabiskan waktu di media sosial, berbelanja tanpa perencanaan, serta terlalu mementingkan penampilan. Dampaknya dapat membuat seseorang lalai, sulit bersyukur, dan menimbulkan rasa iri atau keinginan untuk pamer.

    Cara menghindarinya adalah menentukan kebutuhan dan prioritas, bersyukur atas apa yang dimiliki, memperbanyak sedekah dan membantu orang lain, membuat perencanaan sebelum membeli sesuatu, menjalani hidup sederhana, serta tidak sombong.

    2. Menghindari Sifat Riya’ dan Sum’ah
    Pengertian:
    Riya': Melakukan ibadah atau amal dengan niat agar dilihat dan mendapat pujian dari orang lain (tergolong syirik kecil).
    Sum'ah: Memperdengarkan amal ibadah kepada orang lain agar disanjung.

    Bentuk & Tingkatan: Riya' Khalish (murni karena manusia) dan Riya' Syirik (campuran niat karena Allah dan manusia). Bisa terjadi dalam niat maupun perbuatan.
    Ciri-Ciri: Semangat beramal jika dilihat/dipuji orang banyak, namun malas jika sendiri atau dicemooh.

    Dampak Negatif: Mengahapus pahala ibadah, menimbulkan rasa gelisah/tidak puas, dan merusak kepercayaan.

    Cara Menghindari: Meluruskan niat hanya karena Allah, banyak mengingat kematian, bersyukur, dan membiasakan hidup sederhana.

    3. Takabur
    Takabur adalah sikap sombong, merasa lebih hebat atau kuat daripada orang lain, merendahkan orang lain, serta menolak kebenaran

    Dampaknya: dibenci Allah dan Rasul-Nya, dijauhi masyarakat, mendapat kehinaan di akhirat, dan dimasukkan ke neraka.

    Cara menghindari: rendah hati (tawadhu’), menyadari kekurangan diri, mengingat bahwa dunia sementara, ikhlas beribadah, dan menghargai orang lain.

    4. Hasad
    Hasad adalah merasa tidak senang terhadap kebahagiaan atau nikmat yang diperoleh orang lain dan berusaha agar nikmat tersebut hilang.

    Ciri-ciri: melakukan ghibah terhadap orang yang didengki, merasa senang ketika orang tersebut mendapat musibah, dan menunjukkan sikap berbeda di depan orang yang didengki.

    Dampak: menentang takdir Allah, meremehkan nikmat Allah, membuat hati susah, menghalangi keinginan berdoa, dan merendahkan martabat orang lain.
    Cara menghindari: yakin pada keadilan Allah, bersyukur, membantu orang lain, mempererat silaturahmi, tawadhu’, dan mendahulukan kepentingan umum.

    Inti bab 3
    Sebagai seorang muslim, kita harus menghindari hidup berlebihan, pamer dalam beramal, sombong, dan iri terhadap orang lain. Sebaliknya, kita dianjurkan hidup sederhana, ikhlas, rendah hati, bersyukur, serta senang membantu orang lain.

    BalasHapus
  31. Aninda Putri Regina Salsabila X TKJ26 September 2026 pukul 19.59

    Menjalani Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Berfoya-foya, Riya’, Sum’ah, Takabur, dan Hasad.

    1. Berfoya-foya (Israf & Tabzir)

    Israf berarti berlebih-lebihan.

    Tabzir berarti menghambur-hamburkan sesuatu.

    Islam mengajarkan hidup sederhana, seimbang, dan sesuai kebutuhan.

    Contohnya: membeli barang secara berlebihan, mengambil makanan terlalu banyak hingga tersisa, dan menggunakan waktu secara berlebihan untuk media sosial.

    Dampaknya antara lain melalaikan akhirat, menimbulkan iri dan pamer, serta dapat menyebabkan frustrasi ketika harta habis.

    Cara menghindari: membuat skala prioritas, bersyukur, bersedekah, hidup terencana, dan sederhana.


    2. Riya’ dan Sum’ah

    Riya’ adalah melakukan ibadah atau kebaikan agar dilihat dan dipuji orang lain.

    Sum’ah adalah memperdengarkan amal atau kebaikan kepada orang lain agar mendapat pujian.

    Riya’ disebut dalam materi sebagai syirik kecil.

    Ciri-cirinya: suka mengungkit kebaikan, lebih rajin ketika dilihat orang, dan malas beramal ketika tidak ada yang melihat.

    Dampaknya dapat merusak nilai pahala, membuat gelisah, dan mengurangi kepercayaan orang lain.

    Cara menghindari: meluruskan niat, menyadari bahwa kita adalah hamba Allah, bersyukur, mengingat kematian, dan hidup sederhana.


    3. Takabur

    Takabur adalah sikap sombong dan merasa lebih hebat daripada orang lain.

    Orang yang takabur cenderung meremehkan orang lain, tidak mengakui keberhasilan orang lain, dan menolak kebenaran.

    Dampaknya: dibenci Allah dan Rasul-Nya, dijauhi masyarakat, sulit menerima kebenaran, serta mendapat kehinaan di akhirat.

    Cara menghindari: menyadari kekurangan diri, bersikap tawadhu’ (rendah hati), mengingat bahwa dunia hanya sementara, ikhlas, dan menghargai orang lain.


    4. Hasad

    Hasad adalah merasa tidak senang terhadap nikmat atau kebahagiaan orang lain dan berusaha agar nikmat tersebut hilang.

    Contohnya: membicarakan keburukan orang yang didengki, senang ketika orang tersebut mendapat musibah, atau tidak suka melihat keberhasilannya.

    Dampaknya: hati menjadi tidak tenang, meremehkan nikmat Allah, merendahkan orang lain, dan menentang takdir Allah.

    Cara menghindari: percaya pada keadilan Allah, membantu orang lain, banyak bersyukur, mempererat silaturahmi, rendah hati, dan mendahulukan kepentingan umum.



    Akhlak Tercela Artinya Sikap Pengganti

    Israf/Tabzir Berlebihan & boros Sederhana & bersyukur
    Riya’/Sum’ah Beramal agar dilihat/dipuji Ikhlas
    Takabur Sombong & merendahkan Tawadhu’
    Hasad Tidak senang dengan nikmat orang lain Bersyukur & membantu


    Kesimpulan: Bab ini mengajarkan kita untuk mengendalikan harta, menjaga keikhlasan dalam beramal, menjauhi kesombongan, dan membersihkan hati dari iri serta dengki. Sikap yang harus dibiasakan adalah sederhana, bersyukur, ikhlas, rendah hati, menghargai orang lain, membantu sesama, dan menjaga silaturahmi.

    BalasHapus
  32. LUTFIYAH MUFIDA ABIDIN6 September 2026 pukul 21.11

    Lutfiayh mufida A. X TKJ 2

    Rangkuman Bab 3- Menghindari gaya hidup Berfoya-foya, Riya', Sum'ah, Takabur, dan Hasad.


    1.Menghindari Hidup Berfoya-foya
    Berfoya-foya merupakan pola pikir, sikap, dan tindakan yang tidak seimbang dalam memperlakukan harta.
    Islam melarang perilaku berlebihan (israf) serta menghambur-hamburkan (tabzir), dan menganjurkan hidup sederhana, seimbang, dan proporsiona

    Contoh Perilaku Israf dan Tabzir
    • mengambil makanan/minuman terlalu banyak.
    • berkata-kata yang tidak penting dan tidak perlu
    • memakai perhiasan dan pakaian mahal secara berlebihan untuk ditampilkan.

    Dampak Negatif Israf dan Tabzir
    • Terlalu sibuk mengurusi kebahagiaan duniawi sehingga melalaikan akhirat.
    • Menimbulkan sifat iri, dengki, dan pamer

    Cara Menghindari Israf dan Tabzir
    • Membelanjakan harta sesuai skala prioritas kebutuhan.
    • Selalu bersyukur.
    • Membiasakan bersedekah dan membantu orang lain.

    2. Menghindari Riya’ dan Sum’ah
    Riya adalah melakukan ibadah dengan niat mendapat pujian/penghargaan dari orang lain.
    Sum'ah adalah menunjukan amal ibadah yg di lakukan kepada orang lain agar mendapat pujian.

    Macam-macam Riya’
    • Riya’ Khalish: melakukan ibadah hanya untuk mendapat pujian
    • Riya’ Syirik: melakukan suatu perbuatan karena niat menjalankan perintah Allah sekaligus ingin
    mendapatkan sanjungan dari orang lain.
    • Riya’ dalam niat: seseorang mengaku ikhlas beribadah karena Allah, padahal dalam hatinya tidak.
    • Riya’ dalam perbuatan: memakai pakaian muslim tertutup agar disangka sebagai orang saleh

    Ciri-ciri Riya’ dan Sum’ah
    • Selalu menyebut dan mengungkit amal baik yang pernah dilakukan.
    • Melakukan amal kebaikan apabila sedang berada di tengah khalayak ramai.

    Dampak Negatif Riya’ dan Sum’ah
    • Muncul rasa tidak puas atas amal yang telah dikerjakan.
    • Muncul rasa gelisah saat melakukan amal kebaikan.

    Cara Menghindari Riya’ dan Sum’ah
    • Meluruskan niat.
    • Menyadari bahwa dirinya adalah hamba Allah Swt.
    • Memohon pertolongan Allah Swt.

    3. Menghindari Takabur
    Takabur adalah sikap seseorang yang menunjukkan sifat sombong atau merasa lebih kuat dan lebih hebat dibanding orang lain.

    Dampak Negatif Takabur
    • Dibenci oleh Allah Swt. dan Rasul-Nya.
    • Dibenci dan dijauhi oleh masyarakat.

    Cara Menghindari Takabur
    • Menyadari kekurangan dan kelemahan diri.
    • Bersifat rendah hati (tawadhu’).
    • Menyadari bahwa hidup di dunia

    4. Menghindari Hasad
    Hasad adalah sifat seseorang yang merasa tidak senang terhadap kebahagiaan orang lain karena memperoleh suatu nikmat dan berusaha menghilangkan nikmat tersebut.

    Ciri-ciri Orang Berperilaku Hasad
    • Melakukan ghibah terhadap orang yang didengkinya.
    • Memuji orang yang dihasadi saat berada di hadapannya

    Dampak Negatif Hasad
    • Menentang takdir Allah Swt.
    • Hati menjadi susah.
    • Menghalangi

    Cara Menghindari Hasad
    • Meyakini keadilan Allah Swt.
    • Senang membantu orang lain.

    Kesimpulan
    membentuk akhlak mulia dengan mengendalikan penggunaan harta, menjaga niat dalam
    beramal, menjauhi kesombongan, dan membersihkan hati dari iri serta dengki. Sikap yang ditekankan
    sebagai pengganti akhlak tercela adalah hidup sederhana, bersyukur, ikhlas, tawadhu’, menghargai orang
    lain, membantu sesama, dan mempererat silaturahmi.

    BalasHapus
  33. Adlan Ferguson Baihaqi X TKJ 2

    Rangkuman
    Menjalani Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Berfoya-foya, Riya’, Sum’ah, Takabur, dan Hasad

    1. Menghindari Hidup Berfoya-foya

    Berfoya-foya merupakan pola pikir, sikap, dan tindakan yang tidak seimbang dalam memperlakukan harta.
    Islam melarang perilaku berlebih-lebihan atau melampaui batas (israf) serta boros/menghamburhamburkan (tabzir), dan menganjurkan hidup sederhana, seimbang, dan proporsional.

    Pengertian Israf dan Tabzir
    • Israf: berarti berlebih-lebihan. Materi menegaskan bahwa sikap berlebihan dilarang, termasuk dalam
    beribadah, karena Islam mengajarkan keseimbangan dunia dan akhirat.
    • Tabzir: perilaku menghambur-hamburkan. Dalam materi, tabzir dimaknai lebih dekat dengan israf;
    keduanya digolongkan sebagai perilaku tercela (akhlakul mazmumah).
    • Materi menyebut kata israf diulang 23 kali dan tabzir 3 kali dalam Al-Qur’an

    Dampak Negatif Israf dan Tabzir
    • Terlalu sibuk mengurusi kebahagiaan duniawi sehingga melalaikan akhirat.
    • Menimbulkan sifat iri, dengki, dan pamer.
    • Dapat memicu frustrasi apabila hartanya habis

    Cara Menghindari Israf dan Tabzir
    • Membelanjakan harta sesuai skala prioritas kebutuhan.
    • Selalu bersyukur.
    • Membiasakan bersedekah dan membantu orang lain.

    2. Menghindari Riya’ dan Sum’ah

    Pengertian
    • Riya’ secara bahasa berarti memperlihatkan. Dalam materi, riya’ adalah melakukan ibadah dengan
    niat supaya mendapat pujian atau penghargaan dari orang lain.
    • Sum’ah secara bahasa berarti memperdengarkan. Dalam materi, sum’ah adalah memperdengarkan
    amal ibadah yang dilakukan kepada orang lain agar dirinya mendapat pujian atau sanjungan.
    • Materi juga menyebut riya’ sebagai melakukan amal dengan tujuan mendapat pujian dan kedudukan
    mulia di mata manusia, serta menyebutnya sebagai syirik kecil

    Dampak Negatif Riya’ dan Sum’ah
    • Muncul rasa tidak puas atas amal yang telah dikerjakan.
    • Muncul rasa gelisah saat melakukan amal kebaikan.
    • Merusak nilai pahala suatu ibadah, bahkan bisa hilang sama sekali

    Cara Menghindari Riya’ dan Sum’ah
    • Meluruskan niat.
    • Menyadari bahwa dirinya adalah hamba Allah Swt.
    • Memohon pertolongan Allah Swt.

    3. Menghindari Takabur

    Takabur adalah sikap seseorang yang menunjukkan sifat sombong atau merasa lebih kuat dan lebih hebat
    dibanding orang lain. Orang takabur selalu meremehkan dan merendahkan orang lain, tidak mau mengakui
    kehebatan dan keberhasilan orang lain, serta menolak kebenaran.

    Dampak Negatif Takabur
    • Dibenci oleh Allah Swt. dan Rasul-Nya.
    • Dibenci dan dijauhi oleh masyarakat.
    • Mata hatinya terkunci dari memperoleh hidayah kebenaran

    Cara Menghindari Takabur
    • Menyadari kekurangan dan kelemahan diri.
    • Bersifat rendah hati (tawadhu’).
    • Menyadari bahwa hidup di dunia hanya sementara

    4. Menghindari hasad

    Hasad adalah sifat seseorang yang merasa tidak senang terhadap kebahagiaan orang lain karena
    memperoleh suatu nikmat dan berusaha menghilangkan nikmat tersebut. Materi juga menekankan bahwa
    sekadar tidak suka terhadap kenikmatan yang Allah berikan kepada orang lain termasuk hasad

    Dampak Negatif Hasad
    • Menentang takdir Allah Swt.
    • Hati menjadi susah.
    • Menghalangi keinginan berdoa kepada Allah Swt

    Cara Menghindari Hasad
    • Meyakini keadilan Allah Swt.
    • Senang membantu orang lain.
    • Memperbanyak rasa syukur

    Kesimpulan

    Inti Bab 3 adalah membentuk akhlak mulia dengan mengendalikan penggunaan harta, menjaga niat dalam
    beramal, menjauhi kesombongan, dan membersihkan hati dari iri serta dengki. Sikap yang ditekankan
    sebagai pengganti akhlak tercela adalah hidup sederhana, bersyukur, ikhlas, tawadhu’, menghargai orang
    lain, membantu sesama, dan mempererat silaturahmi

    BalasHapus
Posting Komentar
3/related/default