Senin, 18 Mei 2026
Minggu, 13 Oktober 2024
5 PRINSIP DASAR ISLAM
PRINSIP DASAR ISLAM
MENJAGA JIWA
Jiwa dapat diartikan sebagai ruh atau nyawa yang melekat pada diri manusia yang membuat ia hidup dan mampu eksis dalam kehidupannya. Tanpa ruh, maka ia akan mati. Dalam tahap pengertian ini, maka manusia seperti binatang yang juga akan mati apabila tanpa ruh, perbedaannya manusia dilengkapi dengan akal. Oleh sebab itu, Islam menempatkannya sebagai makhluk yang paling terhormat dan mendudukkan nyawanya pada derajat yang paling tinggi sekaligus memberikan perlindungan terhadap nyawanya sesuai dengan ajaran Islam sebagai salah satu al-dharuriyyat al-khamsah. Begitu dimuliakanya, sehingga Allah mengumpamakannya seperti satu orang baik yang dibunuh, maka ia sama dengan membunuh manusia seluruhnya (al-Qur’an). Oleh sebab itu, Islam memberikan perlindungan atau penjagaan terhadap jiwa manusia, salah satunya berupa hukum haram membunuhnya. (al-Qur’an). Wallaahu a’lam.
Beberapa Cara Menjaga Jiwa
- Menghargai diri sendiri
- Mengelola stres
- Bersosialisasi
- Menentukan tujuan yang realistis
- Tidak malu untuk berkonsultasi dengan profesional
- Fokus pada solusi permasalahan
- Mengelola diri dalam menghadapi masalah
- Luangkan waktu untuk diri sendiri
- Menumbuhkan rasa ikhlas
Ayat Qur'an Menjaga Jiwa Agar Jiwa tetap Tenang
QS. Al-Insyirah
MENJAGA AKAL
Ar-Raghib Al-Ashfahany menyatakan bahwa, “Akal merupakan daya atau kekuatan yang berfungsi untuk menerima dan mengikat ilmu”. Hal ini menunjukkan bahwa ia adalah alat sentral untuk menentukan segala sesuatu. Apa yang dilihat, didengar dan dirasakan dalam hati bermuara pada akal sebagai pembeda dengan makhluk lainnya. Denganya ia mampu berpikir, berimajinasi, dan mengendalikan hawa nafsunya untuk tidak melakukan hal-hal yang tercela, sehingga tercapai derajat yang tinggi dan mulia. Berbeda dengan hewan yang hanya memiliki nafsu tidak memiliki akal, sehingga tidak mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Pada titik inilah manusia mampu berubah menjadi hewan dan jatuh serendah-rendahnya dan menjadi hina dan tak bernilai. Sebab, hati, pikiran dan telinganya tidak digunakan untuk memahami, melihat dan mendengarkan ayat-ayat Allah dan kekuasaan-Nya (al-Qur’an). Oleh sebab itu, Islam memerintahkan manusia untuk menjaga akal, agar tercegah dari segala bentuk penganiayaan, kerusakan, serta kejahatan, sehingga dapat merealisasikan kemashlahatan umum yang menjadi fondasi kehidupan manusia, yaitu dengan cara menjadikan Allah sebagai satu-satunya sandaran, membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan agama, tidak berlebihan, tidak mudah percaya terhadap informasi dan menjadikannya sebagai kebenaran yang tidak jelas sumbernya dan mengembangkan daya nalar untuk mengkaji ayat-ayat Allah dan kekuasan-Nya. Wallaahu a’lam.
Beberapa Cara Menjaga Akal
- Menghindari hal-hal yang merusaknya, seperti mengonsumsi minuman keras
- Memfungsikan akal dengan membaca
- Mengembangkan bakat-bakat alami
- Melatih dan mendidik akal secara terus-menerus
- Membiasakan diri untuk menyeimbangkan kecenderungan rasional dan batiniah akal
Ayat Qur'an tentang Menjaga Akal
Al-A'raf 180
MENJAGA AGAMA
Beragama berarti menjalankan semua aktifitas kehidupan sesuai dengan syari’at Allah yang bertujuan untuk menjaga agama itu sendiri. Sebab, agama merupakan sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya. Namun, pada kenyataannya meski seseorang itu bergama, belum tentu ia mampu menjaga agamanya. Misalnya orang yang dengan sengaja, karena hawa nafsunya, meyakini kekuatan benda sebagai sumber ketenangan atau rezeki dengan meniadakan kehadiran Allah, atau tidak sengaja, sebab goadaan-godaan dari orang lain yang dapat mengganggu keistiqomahan dalam menjalankan agama. Oleh sebab itu, menjaga agama berarti menjaga dan memelihara akidah Islam dalam diri seseorang, berarti juga menjaga Islam agar tidak tercabut dari hati kaum Muslimin atau berarti menjaga amal saleh yang telah dan sedang dilakukan dengan istiqomah. Wallaahu a’lam.
Beberapa Cara Menjaga Agama
- Menunaikan syariat sesuai akidah
- Beribadah yang tulus
- Berperilaku mulia
- Menegakkan shalat dan ibadah
- Menyebarkan dakwah
- Melawan saat Islam dihina atau dipermalukan
Surat Al-Qur'an tentang Menjaga Agama
Surat Muhammad Ayat 7
MENJAGA KETURUNAN
(menjaga keturunan) adalah salah satu dari kelima dasar tujuan universal hukum syariat, maqas}id al-syari’ah. Sebagian kalangan menafsirkannya sebatas penjagaan genealogi nasab anak kepada bapaknya, meski ini juga merupakan salah satu di antara maknanya. Bila ditelusuri lebih jauh, sebenarnya makna hifz} al-nasl sangat luas. Ada beberapa makna yang bisa disebutkan, diantaranya: melahirkan generasi baru, menjaga genealogi nasab umat manusia, mengayomi dan mendidik anak,
Selama ini banyak yang mengartikan (menjaga keturunan) secara mikro dengan al-nasab (menjaga nasab) agar tidak terkontaminasi atau tercampur geneologi nasabnya dan menghindari kesalahan ketika anak memanggil ayahnya. Hal ini memang ada benarnya. Tetapi maknanya juga mencakup keharusan menciptakan keluarga yang sejahtera.
Diantara hak-hak anak yang paling mendasar yang harus dipenuhi oleh orang tua adalah:
(1) memberi nama yang baik
(2) memberi nafkah
(3) mengkhitan jika laki-laki (4) mendidik dan
menyekolahkan
(5) menikahkan dengan orang (laki-laki atau perempuan) yang dicintai.
Ayat Al-Qur'an tentang Menjaga Keturunan
At-Tahrim ayat 6
MENJAGA HARTA
Menjaga Harta merupakan salah satu tingkatan dari maqāṣid al-sharī’ah. Ḥifẓ al-māl (menjaga harta) adalah kewajiban untuk memelihara dan menjaga harta benda dengan baik dalam rangka untuk sarana beribadah kepada Allah SWT. dalam memelihara harta dan menjaga harta Islam mengharamkan dalam hal pencurian, menipu, penimbunan dan menjalankan aktifitas yang berhubungan dengan riba, karena dalam mendapatkan harta harus diperoleh yang telah disyaratkan usaha-usaha yang berbasis halal, seperti berdagang dan mengelola industri.10 Ḥifẓ al-māl (memelihara harta), yaitu haq al-amal (hak bekerja). Hak ini tidak hanya diterjemahkan sebagai upaya untuk menjaga harta dari gangguan orang lain. hak ini juga dapat diartikan sebagai hak seseorang untuk mendapatkan harta dengan cara yang halal, yaitu bekerja.
Dalam Islam, umat Islam diperintahkan untuk mencari harta sebanyak-banyaknya agar bisa memberi kepada orang lain yang berkekurangan atau perlu dibantu. Islam juga mengajarkan agar seorang muslim berzakat, infaq, shadaqoh, waqaf, dan lain-lain.
Beberapa cara menjaga harta dalam Islam adalah:
- Membayar zakat
- Bersedekah
- Menabung dan berinvestasi
- Menghindari riba
- Mengelola hutang dengan bijaksana
- Berpikir jangka panjang
Jumat, 11 Oktober 2024
X TKJ 1 DALAM SYARHIL QUR'AN
Nama Program : Syarhil Qur'an
Nama CGP : Aan Amirudin
Unit Tugas : SMKN 6 Kota Tangerang Selatan
![]() |
| Sesi Latihan |
![]() |
| Sesi Latihan |
![]() |
| Sesi Pementasan |
|
No |
Komponen |
Penjelasan tentang Komponen |
|
1 |
Judul Program |
Syarhil Qur’an Syarhil Qur’an adalah cabang perlombaan MTQ
Bidang dakwah yang beranggotakan 3 orang yang bertugas sebagai penceramah,
pembaca ayat suci Al-Qur’an dan Terjemahan |
|
2 |
Latar Belakang |
1.
Dunia dakwah semakin marak di zaman modern
2.
Kurangnya pengenalan Syarhil Qur’an di Masyarakat
3.
Lemahnya mental peserta didik dalam berdakwah
4.
Syarhil Qur’an dapat menjadi motivasi pendakwah di masa yang akan
datang
5.
SMKN 6 Kota Tangerang Selatan memiliki karakter religius
6.
Pembentukan keterampilan sikap spiritual yang didasarkan pada
nilai-nilai budaya dan agama
|
|
3 |
Tujuan Program |
1.
Peserta didik dapat mengenali Syarhil Qur’an
2.
Melatih keterampilan Peserta didik dalam Dunia Dakwah dan Tilawah
3.
Menyongsong dunia Islam yang membutuhkan generasi muda dalam bidang
Dakwah
4.
Peserta didik dapat mementaskan Syarhil Qur’an
5.
Memeperkenalkan Syarhil Qur’an di Masyarakat
6.
Peserta didik dapat melaksanakan syarhil Qur’an secara berkelanjutan
|
|
4 |
Capaian Langkah |
1.
Diskusi
dengan Kepala Sekolah 2.
Kolaborasi
dengan Teman Sejawat 3.
Mencari
referensi tambahan mengenai Syarhil Qur’an 4.
Mencari
Juara Syarhil Qur’an di Youtube 5.
CGP
Melatih peserta didik dalam bidang Syarhil Qur’an dalam kegiatan
Ekstrakurikuler 6.
Peserta
didik mementaskan Syarhil Qur’an di depan peserta didik yang lain, guru dan
kepala Sekolah di kegiatan Jum’at Religi 7.
Peserta
didik melaksanakan Syarhil Qur’an secara berkelanjutan di Sekolah dan mementaskannya di Masjid terdekat 8.
Peserta
didik diikutsertakan dalam lomba MTQ tingkat Kota antar Pelajar |
|
5 |
Struktur Program dan Mitra |
1.
Syarhil
Qur’an adalah cabang perlombaan MTQ bidang Dakwah yang beranggotakan 3 orang
yang bertugas sebagai penceramah, pembaca ayat suci Al-Qur’an dan Terjemahan. 2.
Program
ini dilaksanakan untuk kelas X di SMKN 6 Kota Tangerang Selatan 3.
Setiap
peserta didik akan menampilkan Syarhil Qur’an secara bergantian di Kegiatan
Jum’at Religi 4.
Penampilan
ini akan disaksikan oleh peserta didik yang lain, seluruh guru dan kepala
Sekolah 5.
Yang
menjadi mitra dari program ini adalah Kepala Sekolah, Guru, dan Salah satu
anggota DKM Masjid Terdekat (Al-Ashri) |
|
6 |
Pernyataan tentang Kapasitas yang dimiliki kelas
/ Sekolah |
Aset yang dipergunakan dalam program ini
dititikberatkan pada Aset SDM dan Sarpras |
|
7 |
Rencana Evaluasi |
1.
Evaluasi
Jangka Pendek : Setiap hari jum’at di acara Komunitas Belajar sekolah, kepala
sekolah dan guru-guru mengevaluasi penampilan Syarhil Qur’an 2.
Evaluasi
Jangka Panjang : Setiap Rapat awal tahun pembelajaran kepala Sekolah dan
guru-guru mengevaluasi dan menyepakati tentang keberlanjutan Program Syarhil
Qur’an. |
|
8 |
Kemungkinan Tantangan |
1.
Manajemen
Waktu 2.
Minat
dan Bakat peserta didik 3.
Kepedulian
Teman Sejawat |
Selasa, 10 September 2024
JURNAL REFLEKSI DWIMINGGUAN MODUL 3.3
JURNAL
REFLEKSI DWIMINGGUAN MODUL 3.3
PENGELOLAAN
PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PADA MURID
|
Nama CGP |
: |
Aan Amirudin |
|
Angkatan / Kelas |
: |
10 / 71 |
|
Unit Tugas |
: |
SMKN 6 Kota Tangerang Selatan |
|
Pengajar Praktik |
: |
Estikajati |
|
Fasilitator |
: |
Rossa Vini Anggalia |
|
Model |
: |
Artikel 4 F |
Fact (Peristiwa)
Ini merupakan modul terakhir
dalam pendidkan Guru Penggerak, dimana dalam modul ini tersaji materi yang
sangat menarik yaitu tentang penysunan suatu program yang berdampak positif
untuk murid, Muali dari diri, eksplorasi konsep, pembagian tim, ruang
kolaborasi diskusi kelompok, ruang kolaborasi presentasi, ruang kolaborasi
elaborasi pemahaman, demonstrasi kontekstual dan aksi nyata. Demonstrasi
kontekstual yang merupakan suatu rencana sudah saya buat dan selesai, sedangkan
aksi nyata merupakan suatu kegiatan yang harus real di lapangan. Dengan
mempelajari materi modul 3.3 ini saya merasa bangga dan siap untuk membuat
program prakarsa perubahan melalui alur BAGJA.
Feelings (Perasaan)
Setelah mempelajari modul 3.3 ini
saya merasa senang dan bahagia, dalam pemikiran saya adalah “jika saya tidak
mengikuti pendidikan guru penggerak maka saya tidak akan dapat ilmu ini”
artinya ini adalah hal yang sangat berharga bagi saya, saya bisa menyimak
program dari rekan kolaborasi yang dapat saya modifikasi menjadi program yang
dapat saya impelementasikan di sekolah saya.
Findings
(Pembelajaran)
Pembelajaran yang dapat saya ambil
dari Modul 3.3 ini mengenai Program yang berdampak positif pada murid dan itu
harus tercipta sebagai pembuktian pendidikan CGP di mata Sekolah, membuat program
dengan berpatokan pada pola fikir basis
kekuatan maka saya akan mampu menerapkannya di Sekolah dengan nama Program
Syarhil Qur’an. Dalam kesempatan ini juga saya akan menuangkan hal yang menarik
lainnya dari modul-modul sebelumnya seperti Pembelajaran berdiferensiasi, 5
KSE, dan Pemimpin Pengelolaan Sumber Daya, semua materi yang sudah dipelajari
adalah pembelajaran yang sangat berharga yang belum tentu orang lain dapat
menerimanya.
Future (Penerapan)
Saya Aan Amirudin
bertugas di SMKN 6 Kota Tangerang Selatan :
|
Penerapan
yang sudah saya lakukan adalah |
Hal
yang harus diperbaiki dalam diri Saya sekarang adalah |
|
1.
Siap
menyambut murid di depan gerbang 2.
Selalu
masuk kelas tepat waktu 3.
Pembelajaran
berpihak pada murid 4. Menyelesaikan
permasalah murid dengan restitusi 5. Siap
untuk menjadi Coach maupun jadi Coachee 6. Dalam
menghadapi masalah selalu mengedepankan 5 KSE 7. Selalu
berfikir basis kekuatan, tidak lagi berfikir basis kekurangan 8. Siap
mengambil keputusan yang dapat dipertanggung jawabkan 9.
Lebih
dekat dengan murid 10.
Selalu
berkolaborasi |
Administrasi Media
pembelajaran Literasi |
Minggu, 25 Agustus 2024
JURNAL REFLEKSI DWIMINGGUAN MODUL 3.2
JURNAL
REFLEKSI DWIMINGGUAN MODUL 3.2
Pemimpin
dalam Pengelolaan Sumber Daya
|
Nama CGP |
: |
Aan Amirudin |
|
Angkatan / Kelas |
: |
10 / 71 |
|
Unit Tugas |
: |
SMKN 6 Kota Tangerang Selatan |
|
Pengajar Praktik |
: |
Estikajati |
|
Fasilitator |
: |
Rossa Vini Anggalia |
|
Model |
: |
Artikel 4 C |
|
Connection |
: |
Kaitan
Materi Dengan Peran Sebagai CGP |
|
Challenge |
: |
Ide
Narasumber Yang Berbeda Dengan Praktik Yang Selama Ini Dijalankan |
|
Concept |
: |
Konsep
Penting Yang Dipelajari |
|
Change |
: |
Perubahan Yang
Akan Dilakukan Setelah Menerima Materi Ini |
|
Model |
Arti |
Pemahaman |
|
Connection |
Kaitan
Materi |
Modul 3.2 membahas tentang Pemimpin
dalam Pengelolaan Sumber Daya, Aset pendidikan dalam satuan pendidikan
terdapat 7 aset. Pemahaman yang diajarkan oleh Modul 3.2 ini merubah pola
fikir saya dalam mengelola aset di sekitar saya, sebagai CGP Saya harus dapat
berfikir basis kekuatan, bukan berfikir basis kekurangan. 7 aset di satuan
pendidikan adalah modal utama untuk mendukung dan mengembangkan kualitas
pendidikan. |
|
Challenge |
Ide dan
Perbedaan |
Ketika mendapatkan banyak pemahaman baik
dari Modul 3.2, Fasilitator, Instruktur dan Ruang Kolaborasi, Sebelunya saya
selalu berfikir basis kekurangan dan setelah mempelajari modul ini saya berfikir
basis kekuatan dengan 7 aset tersebut. Sebelum mempelajari modul ini saya
selalu berfikir bahwa satuan pendidikan tempat saya bertugas ber aset minim,
setelah mempelajari modul ini saya berfikir aset di sekitar saya banyak yang
dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. |
|
Concept |
Konsep
Penting |
Konsep yang saya dapat dari Modul
3.2 ini adalah Bahwa sekolah merupakan Ekosistem yang terdiri dari Unsur Biotik dan Abiotik,
Biotik diantaranya SDM yang ada, sedangkan Abiotik adalah sarana dan
Prasarana. Jika kita mau untuk berfikir basis kekuatan maka terdapat 7 Aset
di sekolah yaitu Manusia, fisik, sosial, finansial, lingkungan, agama dan
kebudayaan, serta politik. |
|
Change |
Rencana Perubahan |
Setelah mempelajari modul 3.2
Rencana perubahan yang akan saya lakukan adalah melakukan diskusi dengan
pimpinan mengenai pemetaan aset Sekolah, berdiskusi dengan rekan sejawat mengenai
7 aset dan mencari aset mana saja yang bersifat dominan guna untuk
meningkatkan kualitas pendidikan di Sekolah tempat saya bertugas. |






