Senin, 08 Juli 2024

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.1

 JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.1

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI



Nama CGP

:

Aan Amirudin

Angkatan / Kelas

:

10 / 71

Unit Tugas

:

SMKN 6 Kota Tangerang Selatan

Pengajar Praktik

:

Estikajati

Fasilitator

:

Rossa Vini Anggalia

Model

:

4 F



Bagian

Narasi

Fact (Peristiwa)

Dalam Modul 2.1 tentang Pembelajaran Berdiferensiasi Saya mulai belajar (Mulai dari diri sendiri, Eksplorasi konsep, Ruang kolaborasi, Demonstrasi kontekstual, Elaborasi pemahaman, Koneksi antar materi, dan Aksi nyata). Mulai dari diri merupakan awal untuk mempersiapkan diri dalam menerima pengetahuan baru pada modul 2.1, kemudian dilanjutkan dengan eksplorasi konsep pemikiran kita dari modul yang sudah dipelajari, diskusi dengan rekan CGP dalam ruang kolaborasi untuk menemukan kesamaan persepsi serta saling memberi masukan konstruktif dalam menyusun rencana pembelajaran berdiferensiasi, secara mandiri menyusun modul ajar berdiferensiasi diunggah di LMS untuk mendapat umpan balik dari sesama CGP dan fasilitator, mendapat penguatan dari narasumber dalam elaborasi pemahaman, membuat keterkaitan dengan materi sebelumnya yang sudah dipelajari, dan diakhiri dengan aksi nyata praktik pembelajaran berdiferensiasi di kelas sesuai dengan RPP yang sudah dibuat. 

Feeling (Perasaan)

Setelah mempelajari modul 2.1 perasaan saya menjadi sangat senang dan semakin antusias untuk bisa menerapkan dilingkungan sekolah dan kelas. Pembelajaran berdiferensiasi membuat penasaran karena sebagai guru harus memberlakukan siswa sesuai dengan karakteristiknya. Selama ini hanya berfokus pada ketercapaian materi kurikulum, sehingga yang saya kejar adalah ketuntasan materi. Efek/ dampak yang ada mengabaikan bahwa ada banyak keragaman kebutuhan belajar murid dalam satu kelas. Hal ini sesuai dengan nilai-nilai filosofi dari KHD tentang belajar adalah menuntun murid mencapai tujuan, dan tentunya guru tidak bisa memaksa masing-masing murid untuk melewati jalan yang sama dalam mencapai tujuannya, namun guru dituntut bisa memfasilitasi murid dengan berbagai jalan alternatif yang sesuai dengan kebutuhan murid.

Findings (Pembelajaran)

Pembelajaran bermakna yang saya peroleh setelah mempelajari modul 2.1 adalah murid karakter masing-masing. Mulai dari pengetahuaannya, cara belajar, gaya belajar, sikap keinginan dan sebagainya. Pembelajaran berdiferensiasi didesain agar guru bisa melaksanakan pembelajaran yang mampu mengakomodir berbagai macam kebutuhan belajar murid. Guru harus memiliki kepekaan dalam merespon semua kebutuhan belajar murid, hal ini dapat dilakukan dengan memperhatikan : bagaimana kesiapan belajar murid; bagaimana minat murid terhadap materi pembelajaran kita; dan seperti apa profil belajar murid. Kemudian dalam kegiatan pembelajaran, guru perlu juga memperhatikan strategi : diferensiasi konten; diferensiasi proses; dan diferensiasi produk. Dan dalam proses penilaian, guru menggunakan penilaian berjenjang. Harapannya, semua murid bisa memperoleh kesempatan yang sama dalam mengikuti pembelajaran, sehingga lingkungan yang aman dan nyaman pun akan didapatkan murid.

Future (Penerapan)

Setelah mempelajari modul 2.1 ini yaitu tentang Pembelajaran Berdiferensiasi maka saya akan berusaha menerapkan di kelas. Agar pembelajaran berdiferensiasi dapat diselenggara dengan efektif, maka perlu pemetaan kebutuhan belajar murid berdasarkan kesiapan, minat dan profil belajar murid, agar guru dapat menentukan perbedaan konten, proses, serta produk dalam kegiatan pembelajaran. Yaitu dengan asesmen diagnostic awal. Data pemetaan bisa diperoleh dari data murid pada tahun/semester sebelumnya, melalui angket, melalui pengamatan, atau wawancara dengan sesama rekan guru dan wali murid.


Minggu, 07 Juli 2024

MULAI DARI DIRI SENDIRI MODUL 2.3 COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK

 


Pertanyaan-pertanyaan reflektif sesi mulai dari diri:

Selama menjadi guru, tentunya pembelajaran Anda pernah diobservasi atau disupervisi oleh kepala sekolah Anda. Bagaimana perasaan Anda ketika diobservasi? Jawaban : Pada saat disupervisi Saya Mengajar lebih semangat dan persiapan pun dimaksimalkan.

Ceritakan pengalaman Anda saat observasi dan pasca kegiatan observasi tersebut.! Jawaban : Saat observasi Saya sangat semangat dan ingin membuktikan bahwa saya layak mengajar pelajaran yang saya ampu. Pasca observasi sangat gembira karena mendapatkan evaluasi tentang kekurangan dan kelebihan saya mengajar.

Menurut Anda, bagaimanakah proses supervisi akademik yang ideal yang dapat membantu diri Anda berkembang sebagai seorang pendidik? Jawaban : Selama mengajar disaksikan dari awal sampai akhir pembelajaran. Dan baiknya disupervisi ketika jadwal di kelas yang karakter kelas nya aktif.

Menurut Anda, jika Anda saat ini menjadi seorang kepala sekolah yang perlu melakukan supervisi, dimana posisi Anda sehubungan dengan gambaran ideal di atas dari skala 1 s/d 10? Situasi belum ideal 1 dan situasi ideal 10..! Jawaban : 10 (Ideal)

Aspek apa saja yang Anda butuhkan untuk dapat mencapai situasi ideal itu? Jawaban : Pengetahuan yang cukup dan Besarnya Lingkaran pengaruh dalam diri Saya.

Setelah Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan reflektif, tuliskan harapan Anda terkait modul ini : Jawaban : Saya mendapatkan pengetahuan baru tentang supervise akademik dan PKG.

Apa saja harapan yang ingin Anda lihat pada diri Anda sebagai seorang pendidik setelah mempelajari modul ini? Jawaban : Refleksi yang mendalam, apakah saya sudah menjadi guru yang sebenanrnya apakah belum.

Apa saja kegiatan, materi, manfaat yang Anda harapkan ada dalam modul ini? Jawaban : Pengetahuan akan Supervisi Akademik dan Perbedaannya dengan PKG.

AKSI NYATA MODUL 2.2 KOMPETENSI SOSIAL EMOSIONAL

 AKSI NYATA MODUL 2.2 KOMPETENSI SOSIAL EMOSIONAL

Nama CGP

:

Aan Amirudin

Angkatan / Kelas

:

10 / 71

Unit Tugas

:

SMKN 6 Kota Tangerang Selatan

Pengajar Praktik

:

Estikajati

Fasilitator

:

Rossa Vini Anggalia

Model

:

Artikel

 

Aksi Nyata dalam modul ini adalah berbagi pemahaman tentang 5 Kompetensi Sosial dan Emosional kepada Guru-Guru SMKN 6 Kota Tangerang Selatan pada rapat pleno Sekolah dengan cara meminta waktu untuk berbagi pemahaman tentang 5 KSE kepada Kepala Sekolah dan Panitia Rapat.






1.      Apa yang  Bapak/Ibu lihat dalam proses tersebut?  (Peristiwa)

Menyampaikan tentang pemahaman 5 KSE kepada rekan-rekan guru dalam acara rapat, menyampaikan tanpa menggunakan slide PPT akan pentingnya 5 Kompetensi KSE.

2.      Apa yang Bapak/Ibu rasakan sehubungan dengan proses yang Anda alami? (Perasaan)

Semuanya antusias mendengarkan dengan seksama dan menanyakan hal yang perlu didiskusikan, dan saya sebagai CGP yang berbagai pemahaman sangat senang dan merasa terhormat di depan teman-teman bisa menyampaikan tentang suatu pengetahuan baru dalam pendidikan.

3.      Apa  hal yang bermanfaat dari proses tersebut? (Pembelajaran)

Menerima ilmu baru yang dapat diterapkan dalam setiap pembelajaran di kelas, semua rekan-rekan guru mengakui bahwa jika 5 KSE sudah membudaya di sekolah maka akan tercipta kedamaian dan kebahagiaan dalam pembelajaran.

4.      Apa umpan balik yang Anda dapatkan? (Pembelajaran)

 

Materi yang disampaikan :

Definisi

Penerapan

Kesadaran Diri: kemampuan untuk memahami perasaan, emosi, dan nilai-nilai diri sendiri, dan bagaimana pengaruhnya pada perilaku diri dalam berbagai situasi dan konteks kehidupan.

  • Dapat menggabungkan identitas pribadi dan identitas sosial
  • Mengidentifikasi  kekuatan/aset diri dan budaya
  • Mengidentifikasi emosi-emosi dalam diri
  • Menunjukkan integritas dan kejujuran
  • Dapat menghubungkan perasaan, pikiran, dan nilai-nilai
  • Menguji dan mempertimbangkan prasangka dan bias
  • Memupuk efikasi diri
  • Memiliki pola pikir bertumbuh
  • Mengembangkan minat dan menetapkan arah tujuan hidup

Manajemen Diri: kemampuan untuk mengelola emosi, pikiran, dan perilaku diri secara efektif dalam berbagai situasi dan untuk mencapai tujuan dan aspirasi

  • Mengelola emosi diri
  • Mengidentifikasi dan menggunakan strategi-strategi pengelolaan stres
  • Menunjukkan disiplin dan motivasi diri
  • Merancang tujuan pribadi dan bersama
  • Menggunakan keterampilan merancang dan mengorganisir
  • Memperlihatkan keberanian untuk mengambil inisiatif
  • Mendemonstrasikan kendali diri dan dalam kelompok

Kesadaran Sosial: kemampuan untuk memahami sudut pandang dan dapat berempati dengan orang lain termasuk mereka yang berasal dari latar belakang, budaya, dan konteks yang berbeda-beda

  • Mempertimbangkan pandangan/pemikiran orang lain
  • Mengakui kemampuan/kekuatan orang lain
  • Mendemonstrasikan empati dan rasa welas kasih
  • Menunjukkan kepedulian atas perasaan orang lain
  • Memahami dan mengekspresikan rasa syukur
  • Mengidentifikasi ragam norma sosial, termasuk dengan norma-norma yang menunjukkan ketidakadilan

Keterampilan Berelasi: kemampuan untuk membangun dan mempertahankan hubungan-hubungan yang sehat dan suportif

  • Berkomunikasi dengan efektif
  • Mengembangkan relasi/hubungan positif
  • Memperlihatkan kompetensi kebudayaan
  • Mempraktikkan kerjasama tim dan pemecahan masalah secara kolaboratif
  • Dapat melawan tekanan sosial yang negatif
  • Menunjukkan sikap kepemimpinan dalam kelompok
  • Mencari dan menawarkan bantuan apabila membutuhkan
  • Turut membela hak-hak orang lain

Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab: kemampuan untuk mengambil pilihan-pilihan membangun yang berdasar atas kepedulian, kapasitas dalam mempertimbangkan standar-standar etis dan rasa aman, dan untuk mengevaluasi manfaat dan konsekuensi dari bermacam-macam tindakan dan perilaku untuk kesejahteraan psikologis (well-being) diri sendiri, masyarakat, dan kelompok

  • Menunjukkan rasa ingin tahu dan keterbukaan pikiran
  • Mengidentifikasi/mengenal solusi dari masalah pribadi dan sosial
  • Berlatih membuat keputusan beralasan/masuk akal, setelah menganalisis informasi, data, dan fakta
  • Mengantisipasi dan mengevaluasi konsekuensi-konsekuensi dari tindakannya
  • Menyadari bahwa keterampilan berpikir kritis sangat berguna baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah
  • Merefleksikan peran seseorang dalam memperkenalkan kesejahteraan psikologis (well-being) diri sendiri, keluarga, dan komunitas
  • Mengevaluasi dampak/pengaruh dari seseorang, hubungan interpersonal, komunitas, dan kelembagaan

 

Umpan balik yang didapat : Bahwa setiap guru dianjurkan untuk menerapkan 5 KSE ini dalam tiap pembelajaran atau bahkan dalam penegakan kedisiplinan. Kepala Sekolah mengapresiasi jika ini dapat disadari dan dilakukan setiap harinya di Sekolah.

 

5.      Apa yang ingin Anda perbaiki atau tingkatkan agar ini berdampak lebih luas? (Penerapan)

Tindak lanjut, evaluasi dan kolaborasi dengan teman sejawat. Mengusulkan kepada Tim Pengembang Kurikulum sekolah agar 5 KSE ini tertuang dalam Modul ajar Guru.


KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.2 KOMPETENSI SOSIAL EMOSIONAL

 KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.2 KOMPETENSI SOSIAL EMOSIONAL

Nama CGP

:

Aan Amirudin

Angkatan / Kelas

:

10 / 71

Unit Tugas

:

SMKN 6 Kota Tangerang Selatan

Pengajar Praktik

:

Estikajati

Fasilitator

:

Rossa Vini Anggalia

Model

:

Artikel




Apa kesimpulan tentang perubahan pengetahuan, keterampilan, sikap sebagai pemimpin pembelajaran setelah mempelajari pembelajaran sosial dan emosional ?

Keterampilan Sosial Emosional adalah keterampilan seseorang / individu dalam mengelola emosi dan mengelola dirinya sendiri, sedangkan kaitannya dalam pemimpin pembelajaran seorang guru harus mampu Memahami, menghayati, dan  mengelola emosi dalam pembelajaran, Menetapkan dan mencapai tujuan positif yang ditanamkan dalam diri siswa, Merasakan dan menunjukkan empati kepada siswa, Membangun dan mempertahankan hubungan yang positif dengan siswa,  dan Membuat keputusan yang bertanggung jawab dalam mencapai keberhasilan pembelajaran.


 

 

Apa kaitan pembelajaran social dan emosional yang telah anda pelajari dengan modul-modul sebelumnya ?


Materi ini tentu berkaitan dengan materi sebelumnya, yaitu Filosofi Pendidikan KHD, Nilai dan Peran Guru Penggerak, Visi Guru Penggerak , Budaya Positif, dan Pembelajaran Berdiferensiasi, semuanya berkaitan erat yang pada tujuan akhirnya adalah Keberpihakan kepada siswa dan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

1.     Keterkaitan dengan Filosofi KHD dimana pembelajaran social dan emosional ini akan menciptakan pembelajaran yang nyaman dalam menuntun siswa sesuai dengan kodrat alam dan zaman dan menjadikan ekosistem pendidikan menjadi bahagia dan kelas menjadi kondusif.

2.    Keterkaitan dengan Budaya Positif guru harus senantiasa menumbuhkan sikap yang baik bercermin pada Tutu Wuri Handayani dengan pengelolaan emosional dalam diri sehingga mampu berpihak pada murid.

3.     Keterkaitan dengan Visi Guru Penggerak adalah guru harus mampu mengelola emosionalnya dalam menjalankan roda pendidikan di kelas dan di sekolah untuk mencapai visi mencetak siswa yang berlandaskan Profil Pelajar Pancasila, melalui kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran social, keterampilan berelasi dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

4.     Keterkaitan dengan Budaya Positif dimana guru dan siswa dapat mengontrol diri melalui 5 KSE untuk tercapainya pembelajaran yang menyenangkan dalam kelas, dengan kesadaran diri maka keyakinan kelas akan berjalan dengan baik.

5.    Keterkaitan dengan Pembelajaran berdiferensiasi adalah bahwa guru dalam RPP Diferensiasinya diperlukan 5 KSE dalam setiap pertemuan dalam kelas, dengan penerapan 5 KSE yang tertuang dalam RPP dan kemudian dijalankan dalam proses pembelajaran maka akan tercipta kondusifitas dalam pembelajaran antara siswa dengan guru.

 

Sebelum mempelajari modul ini, saya berpikir bahwa RPP yang saya buat adalah RPP terbaik yang memuat segala kebutuhan belajar siswa secara global, Setelah mempelajari modul ini, ternyata kurang memfasilitasi siswa dari segi emosional. Sehingga pembelajaran yang dijalankan sesuai kehendak saya saja sehingga pembelajaran dalam kelas hanya terfokus kepada materi pelajaran saja.

 

Berkaitan dengan kebutuhan belajar dan lingkungan yang aman dan nyaman untuk memfasilitasi seluruh individu di sekolah agar dapat meningkatkan kompetensi akademik maupun kesejahteraan psikologis (well-being),  3 hal mendasar dan penting yang saya pelajari adalah:

1.      Kompetensi Sosial dan Emosional

2.      Mindfulnes

3.      Penerapan KSE di kelas dan lingkungan sekolah, guru dengan siswa, guru dengan guru, siswa dengan siswa.

 

Berkaitan dengan no 2, perubahan yang akan saya terapkan di  kelas dan sekolah:

Bagi murid-murid: Selalu melatih keterampilan social dan emosional mereka dengan menuangkan di RPP / Modul ajar bahwa setiap pertemuan pembelajaran harus mengandung unsur 5 KSE tersebut.

Bagi rekan sejawat: Selalu berkolaborasi, menjadi guru pembelajar dan menjadi teladan yang setiap hari berbagi praktik baik.